Usaha yang Melapor Tutup saat Ramadan Tak Dipajak

Daviq Umar Al Faruq    •    Rabu, 23 May 2018 15:25 WIB
pajak
Usaha yang Melapor Tutup saat Ramadan Tak Dipajak
Kantor BP2D di Gedung B Kantor Terpadu Pemkot Malang, Jalan Mayjend Sungkono, Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur. Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq

Malang: Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang Ade Herawanto mengimbau pengusaha segera melapor bila tempat usahanya ditutup selama bulan Ramadan. Bila tidak, pengusaha bakal tetap dikenai pajak.

"Jika tidak melaporkan bahwa usaha mereka tutup selama satu bulan penuh, maka akan tetap dihitung sebagaimana masa pajak berjalan,” katanya kepada awak media, Rabu, 23 Mei 2018.

Pengusaha segera membuat pemberitahuan tutup sementara yang nantinya segera diproses oleh petugas BP2D. Dengan demikian pengusaha tidak dikenai pajak.

Wajib Pajak (WP) bisa melapor melalui surat atau datang langsung ke Kantor BP2D di Gedung B Kantor Terpadu Pemkot Malang, Jalan Mayjend Sungkono, Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur.

Ketentuan ini juga berlaku bagi pengelola usaha yang akan menutup permanen usaha mereka. Sehingga dengan begitu, usaha mereka tak lagi tercatat sebagai WP yang harus melakukan pelaporan omset dan pembayaran setiap bulan.

"Khusus untuk pengajuan pemberitahuan tutup ini memang harus melalui surat atau datang langsung ke kantor BP2D. Namun untuk pelaporan rutin, WP sudah bisa mengakses lewat aplikasi SAMPADE yang baru saja kami launching," pungkasnya.

Pengumuman Pemkot Malang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Menyambut dan Menghormati Bulan Suci Ramadhan 1439 H/2018 M, pengusaha atau pengelola usaha diimbau untuk menyesuaikan jadwal buka usaha masing-masing. Tempat usaha yang dikenai aturan khusus jam operasional di antaranya usaha rental playstation, warnet hingga bioskop.

Sedangkan, tempat usaha yang harus tutup selama satu bulan penuh sepanjang bulan Ramadan, mulai dari spa, shiatsu, diskotek, pub, bar, karaoke, cafe dan klub malam, yang merupakan bagian dari fasilitas hotel.

 


(SUR)