Cara Disperindag Jaga Stok Demi Terapkan HTE di Jatim

Amaluddin    •    Minggu, 16 Oct 2016 19:41 WIB
pangan
Cara Disperindag Jaga Stok Demi Terapkan HTE di Jatim
Ilustrasi. (Foto: Antara/ARI BOWO SUCIPTO).

Metrotvnews.com, Surabaya: Pemerintah Provinsi Jawa Timur punya cara tersendiri untuk bisa mengakomodir Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 63 Tahun 2016 yang mengatur tentang harga eceran tertinggi (HTE). Salah satunya dengan menjaga stok di pasar.

"Pak gubernur (Soekarwo) telah menginstruksikan agar dapat mencukupi suplai pasar. Kalau dicukupi, otomatis harga dengan sendirinya bisa stabil," ujar Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Jatim, M. Ardi Prasetyawan, dikonfirmasi, Minggu (16/10/2016).

Acuan yang dituangkan dalam permendag tersebut, menurut Ardi, hanyalah sebuah acuan. Pasalnya, harga di pasaran harus bisa diimbangi dengan suplai dan demand. Dia mencontohkan, harga gula pada peraturan tersebut berkisar Rp11.000 hingga Rp13.000 per kg. "Itu hanya jadi acuan saja. Harga gula saat ini Rp12.500. Berarti sudah mendekati harga acuan yang telah ditentukan," katanya.

Ardi menilai, hal tersebut tidaklah bisa jika disamaratakan di seluruh Indonesia. Kalau pun ada, kata dia, harus ada konsep yang mengatur tentang komoditas tersebut. Seperti halnya jagung yang memiliki kualitas berbeda, yakni dalam hal kandungan airnya diantara 15 persen, 20 persen dan 25 persen. Banyaknya varian tersebut diharapkan juga memiliki aturan, seandainya HET harus dipenuhi setiap daerah.

"Kondisi harga itu tergantung stok dan demand. Kalau demand tinggi, tapi suplai ada maka harga bisa turun. Begitu juga sebaliknya. Tinggal sekarang menjaga suplai dan demand-nya agar stabil," paparnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan, saat ini stok beberapa barang di Jatim terpenuhi. Seperti halnya bawang merah, stok di pasar masih sangat banyak. "Bawang merah ini memakai standing crop. Tidak bisa ditentukan harganya. Sebab, ada jadwal waktu panennya. Begitu juga dengan cuaca mempengaruhi," tuturnya.

Oleh karena itu, tugas yang harus dilakukan yakni menata agar suplainya tidak habis. Terlebih saat terjadi over stay, stok dari bawang merah harus dijaga supaya harga stabil dan tidak jeblok dipasaran.

Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan harga acuan untuk tujuh komoditas yakni beras, jagung, kedelai, gula, bawang merah, cabai, serta daging. Pemerintah akan menggunakan harga acuan ini untuk memonitor fluktuasi harga di pasar. Tujuannya tak lain guna mewujudkan ketahanan pangan nasional.


(HUS)