Rel Peninggalan Belanda Menuju Pelabuhan Probolinggo akan Direvitalisasi

Amaluddin    •    Minggu, 06 Nov 2016 14:57 WIB
kereta api
Rel Peninggalan Belanda Menuju Pelabuhan Probolinggo akan Direvitalisasi
Sebuah kereta melintasi jalur di Madiun, Ant - Fikri Yusuf

Metrotvnews.com, Surabaya: Kereta api akan melayani transportasi dari Kota Probolinggo, Jawa Timur, menuju Pelabuhan Tanjung Tembaga. PT Petrogas Jatim Utama (PJU), selaku pengelola, akan merevitalisasi rel sepanjang 1 Km tersebut.

Direktur PT PJU Leo Herlambang mengaku sudah mengkaji revitalisasi rel. Perusahaannya juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Leo mengatakan jalur kereta menuju Pelabuhan Tanjung sudah ada sejak zaman pendudukan Belanda. Namun, jalur tersebut sudah lama tak berfungsi.

"Kajian yang dilakukan itu apakah perlu membangun kembali, atau cukup mengganti rel lama yang rusak. Sekarang lagi dihitung investasinya berapa," jelas Leo seperti yang ditulis Metrotvnews.com pada Minggu (6/11/2016).

Leo optimistis kereta api mampu menekan biaya transportasi dari Pelabuhan Tanjung Tembaga menjadi lebih murah dan cepat. Selain itu, arus lalu lintas di jalan raya pun tak terganggu.

"Bayangkan bila satu kereta bermuatan sama dengan 40 truk, tentu akan mengurangi panjang antrean truk mengangkut barang ke pelabuhan. Sehingga jalanan menuju pelabuhan pun tak cepat rusak lantaran menahan beban berlebih dari truk," kata Leo.

Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan (Kadishub dan LLAJ) Jatim, Wahid Wahyudi, mengatakan Dirjen Perkeretaapian Kemenhub tengah mengkaji penggunaan kembali rel tersebut. Wahid mengatakan jaringan kereta itu bernilai strategis.

Wahid menilai Pelabuhan Tanjung Tembaga berperan penting. Pelabuhan Tanjung Tembaga berfungsi mengangkut barang ekspor, impor, dan sembako.

"Sehingga transportasi berintegrasi seperti kereta diharapkan mampu mengoptimalkan peran pelabuhan," kata Wahid.

Pada Oktober 2016, 58 kapal bersandar di Pelabuhan Tanjung Tembaga. Sebagian besar kapal mengangkut batubara, jagung, dan semen.

Selain itu, Pemprov Jatim mengusulkan Dirjen Perkeretaapian membangun jalur kereta dari Babat Lamongan menuju Jombang.

"Kami berharap ada komuter dari Surabaya-Gresik-Lamongan-Jombang-Mojokerto-Sidoarjo lalu kembali lagi ke Surabaya. Tujuannya untuk mengangkut orang maupun barang," kata Wahid.


(RRN)