Malang Uji Coba Pemberdayaan Ayah dalam Cegah Stunting

Daviq Umar Al Faruq    •    Kamis, 08 Mar 2018 08:52 WIB
gizi kurang
Malang Uji Coba Pemberdayaan Ayah dalam Cegah Stunting
Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Pengasuhan, Keluarga dan Lingkungan KPPA RI Lenny N Rosalin. Foto: Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq

Malang: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) RI berupaya menurunkan dan mencegah terjadinya stunting di Indonesia. Salah satunya dengan cara menguji coba modul berjudul Pelibatan Ayah dalam Pencegahan Stunting di Harris Hotel and Convention Malang, Jawa Timur, Rabu 7 Maret 2018.

"Malang kami pilih sebagai lokasi uji coba karena pemerintah daerahnya memiliki komitmen untuk menjadikan daerahnya sebagai kota layak anak," Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Pengasuhan, Keluarga dan Lingkungan KPPA RI Lenny N Rosalin.

Stunting sendiri adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama. Stunting disebabkan pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting biasa terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun. Kasus yang terjadi di Indonesia dapat menimbulkan kerugian negara sebesar Rp300 triliun per tahun.

Lina mengungkapkan uji coba bakal digelar pekan ini dengan melibatkan pekerja profesional Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) dari Provinsi Jawa Timur, Jawa tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Tangerang dan Depok, serta bekerjasama dengan Millenium Challenge Account (MCA) Indonesia.

 "Kami juga melibatkan unsur dari daerah yakni pusat studi dan akademisi dari Kabupaten Malang, dinas kesehatan, kementerian agama dan kementerian laini," bebernya.

Uji coba ini nantinya bakal menitikberatkan fungsi relasi antara sosok ayah dan ibu yang setara dalam memperhatikan asupan gizi anak. Sebab menurut survei secara nasional di Indonesia, satu dari tiga anak mengalami stunting.

Direktur Inklusi Sosial dan Gender MCA Indonesia Dwi Rahayu Yuliawati Faiz mengatakan efek jangka panjang pada anak yang mengalami stunting adalah mengalami penurunan produktifitas karena kemampuan fisik dan kognitifnya kurang.

"Sehingga produktivitas anak berpotensi 20 persen lebih rendah dibandingkan anak yang tumbuh optimal," urainya.

Yulia menambahkan penyebab stunting tidak hanya kurangnya asupan gizi. Salah satu faktor lainnya adalah pengasuhan anak yang kurang baik serta minimnya layanan informasi bagi ayah dan ibu.

"Studi yang dilakukan MCA Indonesia menunjukkan peran ayah masih rendah dalam pengasuhan anak di Indonesia. Padahal, keterlibatan ayah sangat berpengaruh pada pertumbuhan, kecerdasan dan perkembangan emosi anak," paparnya.

Modul yang diuji coba ini nantinya terdapat langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan ayah dari berbagai tahapan. Mulai dari masa kehamilan ibu, pemberian ASI eksklusif, hingga anak tumbuh besar. Gerakan ini pun akan diterapkan di seluruh indonesia tanpa terkecuali.


(SUR)