Disebut Proyek Nostalgia, Risma Beberkan Filosofi Trem

Amaluddin    •    Sabtu, 10 Sep 2016 13:36 WIB
transportasi
Disebut Proyek Nostalgia, Risma Beberkan Filosofi Trem
Sejumlah remaja yang tergabung dalam Komunitas Rail Fans Indonesia membersihkan monumen Trem di Stasiun Pasar Turi Surabaya, Jawa Timur, Minggu (29/5/2016). Foto: Antara/Didik Suhartono

Metrotvnews.com, Surabaya: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kaget dengan pernyataan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi terkait proyek trem di Surabaya yang menyebutkan sebagai proyek nostalgia.

Menurut perempuan yang akrab disapa Risma itu, proyek trem adalah solusi untuk mengatasi kemacetan di Surabaya.

"Dengan trem kita bisa mengoneksikan transportasi dengan sistem IT. Semua yang berjalan dengan sistem, waktunya akan selalu tepat," kata Risma, Sabtu (10/9/2016).

Menurut Risma, sudah seharusnya Kota Surabaya memiliki trem. Sebab, kata dia, di Surabaya terlalu banyak persimpangan jalan raya yang bisa menimbulkan kemacetan dan kecelakaan. 

"Apalagi jumlah penduduk Surabaya padat. Bus hanya mampu membawa maksimal 100 penumpang dengan sarana double decker," katanya.

Dengan menggunakan trem, lanjut Risma, rangkaian transportasi dan lalu lintas di wilayahnya bisa maksimal sesuai kebutuhan jumlah penumpang. Selain itu, Risma menganggap trem sebagai transportasi aman dan nyaman.

"Trem kan berjalan di samping pedestrian dan ini ramah bagi kaum difabel. Jadi, ini bukan sekadar nostalgia," katanya.

Pemkot Surabaya berencana membangun lintasan trem sepanjang 17 kilometer yang menghubungkan seluruh wilayah di Surabaya dari selatan ke utara. Rutenya mencakup Jalan Wonokromo, Pandegiling, Embong Malang, Kedungdoro, Pasar Blauran, Pasar Turi, Indrapura, Rajawali, Jembatan Merah, hingga Tugu Pahlawan. 

"Nantinya bakal ada 29 titik pemberhentian," ujar dia.

Saat berkunjung ke Surabaya pada Jumat 9 September, Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan proyek trem yang digagas Risma tak lebih sebagai nostalgia. Menhub mengaku masih akan mengkaji proyek itu.


(UWA)