Pameran Buku Big Bad Wolf Book Sale Ditutup Wagub Jawa Timur

Amaluddin    •    Kamis, 03 Nov 2016 15:00 WIB
pameran buku
Pameran Buku Big Bad Wolf Book Sale Ditutup Wagub Jawa Timur
Big Bad Wolf Book Sale diselenggarakan di JX International Expo, Surabaya, Jawa Timur, pada 20 hingga 31 Oktober 2016 (Foto:Dok)

Metrotvnews.com, Surabaya: Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur Saifullah Yusuf menutup pameran buku terbesar se-Asia Tenggara, The Big Bad Wolf Book Sale.

"Alhamdulillah, antusias masyarakat yang datang ke pameran buku terbesar ini luar biasa. Bahkan informasi dari panitia, buku yang terjual lebih dari 60 persen," kata Gus Ipul, sapaan akrab Wakil Gubernur dalam acara penutupan pameran.

Big Bad Wolf Book Sale merupakan salah satu wujud dukungan kepada program pemerintah gerakan 15 menit membaca. Dengan banyaknya ketersediaan buku, diharapkan bisa memacu menumbuhkan minat baca masyarakat, khususnya di Jawa Timur.

Pameran buku ini berlangsung selama 278 jam non-stop, pada 20-31 Oktober 2016. Tepatnya, pada 20 Oktober mulai pukul 09.00 WIB hingga 31 Oktober pukul 23.00 WIB, alias 24 jam penuh. Sedikitnya, 2 juta buku dari beragam genre ditawarkan untuk masyarakat dengan potongan harga menarik, mulai 60 persen hingga 80 persen.

Antusiasme masyarakat terlihat mulai dari awal pembukaan acara. Ribuan pengunjung terlihat sedang memilah-milah buku yang sedang mereka cari. Pengunjung datang dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, ibu rumah tangga dan masyarakat umum. Para pengunjung itu memborong dan keranjang belanjaannya pun penuh dengan buku yang berkualitas.

Big Bad Wolf Book Sale mendapat dukungan penuh dari Decolith Cat Tembok Acrylic. Pameran buku ini dianggap sesuai dengan visi Decolith untuk turut membangun bangsa melalui pendidikan.

"Warna Agung Paints sebagai produsen cat Decolith bangga bisa turut mendukung acara ini karena tujuan BBW yang baik yaitu membantu meningkatkan pendidikan di Indonesia," ujar General Manager PT Warna Agung, Ron Ongkowijoyo, B.Eng.

Penyelenggara acara Uli Silalahi mengatakan, pameran ini diselenggarakan untuk mendukung ketersediaan buku berkualitas bagi masyarakat, sekaligus mendukung program pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa.

"Ke depannya, kami berharap acara ini bisa kembali diselenggarakan di Jatim khususnya Surabaya," kata Uli.

Surabaya dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan Big Bad Wolf Book Sale karena merupakan kota kedua terbesar setelah Jakarta.

"Menurut saya, daerah di Jatim yang pas untuk pameran buku ini hanya Surabaya. Kami sebelumnya sudah melakukan riset, dan Surabaya merupakan tempat yang tepat," ujarnya.


(ROS)