APBD Jatim 2018 Difokuskan untuk Pengentasan Kemiskinan

Amaluddin    •    Sabtu, 11 Nov 2017 15:13 WIB
apbd
APBD Jatim 2018 Difokuskan untuk Pengentasan Kemiskinan
Ilustrasi APBD, Ant

Surabaya: Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jawa Timur 2018 disahkan pada Jumat 11 November 2017. Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan APBD 2018 bakal fokus pada pengentasan kemiskinan melalui peningkatan taraf pendidikan dan layanan kesehatan.

Gubernur menganggap pendidikan dan kesehatan merupakan hal paling penting sebagai penentu tingkat kemiskinan. Bila dua hal tersebut diperbaiki dengan anggaran, Soekarwo optimistis Pemprov Jatim dapat meminimalisasi kemiskinan.

"Terutama di Madura dan Probolinggo, tingkat kemiskinan masih tinggi," kata Soekarwo di Surabaya.

Melalui pendidikan, lanjut Soekarwo, kualitas lulusan SMA dan SMK dapat lebih siap untuk bekerja. Sehingga jumlah pengangguran berkurang.

"Setiap tahun ada 326 ribu tenaga kerja baru, sehingga kita harus berkerja keras termasuk menyiapkan lulusan yang link and match dengan industri yang membutuhkan," ungkap Soekarwo.

Adapun pagu APBD Jatim 2018 terdiri dari pendapatan daerah sebesar Rp29 triliun dan belanja daerah Rp30,7 triliun.

Anggota DPRD Jatim dari Fraksi PKS, Artono, meminta Pemprov mengoptimalkan anggaran untuk sumber dana masyarakat. Tujuannya untuk kesejahteraan masyarakat.

Oleh karena itu, kata dia, target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2014-2019 yaitu mengurangi kemiskinan. Pemimpin baru pun nanti dapat melanjutkan target itu. Sebab masa jabatan Soekarwo berakhir pada 2019.

Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Suharti, pun mengungkapkan hal serupa. Misalnya pelatihan tenaga tak tetap (PTT) kesehatan di Jatim, serta memberikan fasilitas BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

“Perlu juga kajian ulang mengenai jenis – jenis pelatihan kerja di UPT – UPT Ketenagakerjaan,” kata Suharti.


(RRN)