Operasi Perawatan Pesawat di Timur Indonesia Menggeliat

Amaluddin    •    Sabtu, 12 Nov 2016 16:43 WIB
industri pesawat
Operasi Perawatan Pesawat di Timur Indonesia Menggeliat
Proses perawatan pesawat di Hanggar MMF Surabaya. Foto: Metrotvnews.com/Amal

Metrotvnews.com, Surabaya: Keinginan Presiden Joko Widodo mengembangkan bisnis perawatan pesawat di Indonesia terwujud. Sebab, saat ini bisnis tersebut secara resmi dilakukan di Indonesia bagian timur tepatnya di Surabaya, Jawa Timur.

Bisnis perawatan pesawat ini dilakukan oleh PT Garuda Maintenance Facility (GMF) yang bekerja sama dengan PT Merpati Maintenance F‎acility (MMF) dalam sektor perbaikan pesawat. 

Kesepakatan ini dituangkan dalam perjanjian kerja sama operasi ditandatangani oleh Direktur Utama GMF Juliandra Nurtjahjo dengan Managing Director MMF Suharto di Hanggar PT MMF Surabaya, Sabtu, 12 November 2016.

"Kerja sama operasi ini merupakan momentum penting bagi dunia penerbangan khususnya i‎ndustri fasilitas perbaikan pesawat," kata Direktur Utama GMF, Juliandra Nurtjahjo, dalam sambutannya di sela penandatangan kesepakatan kerja sama tersebut.

Menurut Juliandra, kerja sama ini merupakan salah satu strategi yang dilakukan GMF bersama MMF dalam rangka meraih visi pada tahun 2020 sebagai Top 10 MRO in the world. 

GMF punya visi kemampuan general evision dan MMF punya kemampuan keunggulan kapabilitas merawat pesawat, dan kualitas sistem yang bagus. "Sinergi dua kemampuan ini mempercepat pencapaian target dan visi untuk Indonesia," katanya.

Kerja sama ini nantinya meliputi pekerjaan general aviation yaitu maintenance, repair, dan overhaul untuk airframe, engine, dan komponen pesawat berjenis Cessna, Twin Otter, Casa, Cessna Caravan. 

Dalam proyek kerja sama operasi untuk lima tahun ke depan ini, masing-masing pihak baik memberikan kontribusi sesuai kesepakatan dan akan dikelola secara terpadu oleh kedua belah pihak.

"Kerja sama operasi akan dimulai awal Januari 2017 di Surabaya. Setelah itu akan dikembangkan di beberapa lokasi lain di wilayah timur Indonesia seperti Biak, Balikpapan, Manado, dan lainnya," kata dia.

Sementara itu, Managing Director MMF, Suharto, mengatakan pihaknya juga sangat antusias dengan disahkannya kerja sama operasi ini. MMF, kata dia, memberikan kontribusi berupa sarana dan prasarana seperti hanggar, ruang kantor, ruang penyimpanan material, dan memfasilitasi sertificate of approval (AMO) dari DKUPPU serta beberapa tools dan equipment.

“Kami optimis kerja sama operasi dengan GMF ini bisa meningkatkan kinerja kami secara signifikan,” kata Suharto. 

GMF dan MMF sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama dilakukan antara Dirut GMF Juliandra Nurtjahjo dan Dirut MMF Suharto, yang disaksikan Dirut Merpati Capt. Asep Ekanugraha dan Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha, Kementerian BUMN Aloysius K. Ro, di Jakarta, September lalu. 

Penandatanganan kerja sama operasi ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara GMF dan MMF dalam rangka mewujudkan sinergi perusahaan MRO di Indonesia.


(UWA)