Garam Langka di Jombang

Nurul Hidayat    •    Selasa, 18 Jul 2017 12:21 WIB
harga garam
Garam Langka di Jombang
Toko kelontong di Pasar Mojoagung, Jombang, Jawa Timur -- MTVN/Nurul Hidayat

Metrotvnews.com, Jombang: Garam sempat menghilang dari peredaran di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Jika pun ada, harganya sangat tinggi.

Di Pasar Mojoagung, harga garam grosok yang semula Rp1.200 per kilogram, menjadi Rp6 ribu per kilogram. Sedangkan, harga garam lembut naik dari Rp3.800 per kilogram menjadi Rp6.600 per kilogram. Terakir, garam kotak yang semula harganya Rp1 ribu per kotak, naik menjadi Rp3 ribu per kotak.

"Kenaikan tertinggi dialami garam grosok (kasar, red). Kenaikan harga garam sudah dimuali sejak menjelang hari raya Idul Fitri," kata Makrus, 40, pedagang kelontong di Pasar Mojoagung, Jombang, Jawa Timur, Selasa 18 Juli 2017.

(Baca: Ketika Garam Berasa Manis)

Makrus menuturkan, harga garam melambung tinggi akibat tidak adanya ketersediaan barang. Kiriman dari penyuplai garam di tokonya pun sering terlambat.

"Ini saja sudah dua hari barang (garam,red) tidak ada. Janjinya dari produsen kemarin dikirim, namun hingga hari ini belum datang kirimnnya," tuturnya.

Kelangkaan serta mahalnya harga garam, lanjut Makrus, mempengaruhi omzet penjualan di tokonya. Sebelumnya, dalam satu bulan Makrus bisa menjual hingga 500 kotak garam kotak, 250 kilogram garam lembut, serta 2 ton garam kasar.

"Saat ini jangankan untuk berjualan, barangnya saja susah didapat. Bagaimana mau jualan?" imbuhnya.

Hal senada diutarakan Sumarmi, 45, pedagang toko kelongtong di Pasar Citra Niaga, Jombang. Ia mengaku kesulitan mendapatkan pasokan garam dari distributor.

"Biasanya seminggu tiga kali ada kiriman. Saat ini, hanya satu kali kiriman. Itu pun dalam waktu dua hari sudah habis," pungkasnya.


(NIN)