Ikut e-Commerce, Omzet Pelaku UMKM Tembus di Atas Rp1 Miliar

Kesturi Haryunani    •    Selasa, 24 Oct 2017 17:51 WIB
umkme-commerce
Ikut <i>e-Commerce</i>, Omzet Pelaku UMKM Tembus di Atas Rp1 Miliar
Umi Tursini, pemilik brand Salvo -- MTVN/Ninok

Metrotvnews.com, Malang: Teknologi dan internet sudah semakin berkembang dan menjadi salah satu alat yang digunakan untuk berbagai keperluan. Salah satu contoh dari kegunaan teknologi yang dilengkapi dengan manfaat internet adalah e-commerce.

Pertumbuhan e-commerce di negara ASEAN, khususnya Indonesia, berkembang pesat. Perkembangan ini berimbas pada lonjakan pertumbuhan jasa logistik dan express.

Saat ini, e-commerce mulai dimanfaatkan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk memasarkan produknya. Umi Tursini, pemilik brand Salvo, salah satunya.

Hanya dalam waktu tujuh bulan, dosen di Universitas Kanjuruhan Malang ini kini mampu menjual 500-800 item per harinya. Berbagai barang dijual Umi melalui e-commerce, seperti sepatu, sandal, tas, bahkan barbel.

"Intinya adalah mengubah pola pikir kita dari berdagang konvensional menjadi digital. Kini saya bisa menikmati omzet di atas Rp1 miliar per tahun," kata Umi saat ditemui di salah satu tempat usahanya di Malang, Jawa Timur, baru-baru ini.

Umi mengaku, tidak memiliki toko offline. Seluruh produknya dijual secara online. Sedangkan, untuk produksi ia memilih bekerjasama dengan pengrajin lokal di Sidarjo dan Tanggulangin.

"Jadi, saya bisa menekan biaya produksi. Ini juga berpengaruh pada harga jual. Seluruh produk saya harganya di bawah Rp100 ribu," jelas Umi.

Menurut Umi, dirinya juga sangat terbantu dengan perusahaan ekspedisi untuk pengiriman barang, khususnya JNE. Apalagi, pelanggannya rata-rata berasal dari Jabodetabek.

"Saya merasa terbantu sekali kerja sama bersama JNE. Semua barang saya bisa sampai ke pelanggan dengan tepat waktu. Dengan banyaknya barang yang dikirim, tentu akan merepotkan jika harus sendiri mengurusinya," tuturnya.

Kepala Cabang JNE Malang Windhu Abiworo menjelaskan, pertumbuhan e-commerce di Indonesia semakin memakan pasar konvensional. "Di Malang, 80 persen itu pengiriman dari e-commerce. Kebanyakan yang kami kirimkan produk fashion, kosmetik, dan aksesoris," imbuhnya.


(NIN)