Gojek Terancam Tak Beroperasi di Surabaya

Amaluddin    •    Selasa, 23 Aug 2016 17:21 WIB
gojek
Gojek Terancam Tak Beroperasi di Surabaya
Sejumlah pengemudi GoJek yang tergabung dalam Serikat Driver Gojek Makassar melakukan konvoi saat berunjuk rasa di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (3/12)--Antara/Abriawan Abhe

Metrotvnews.com, Surabaya: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya memberi waktu seminggu bagi manajeman perusahaan transportasi berbasis aplikasi, Gojek, di Surabaya, Jawa Timur, untuk membuat aturan kesepakatan dengan para pengemudinya. Jika tidak, Gojek dilarang beroperasi di Surabaya.

"Jadi, tujuan adanya kesepakatan antara manajeman Gojek dengan driver agar keduanya sama-sama tenang. Tapi, kalau mereka tidak bisa mengikuti irama daerah, untuk sementara operasi Gojek di Surabaya berhenti," kata Ketua DPRD Surabaya, Armuji, dikonfirmasi, Selasa (23/8/2016).

Tak hanya itu, Armuji juga meminta manajeman Gojek segera melengkapi izin administrasi agar bisa beroperasi di Surabaya. Sebab, kata dia, Gojek Surabaya ternyata baru memegang izin domisili, bukan izin sebagai usaha transportasi berbasis aplikasi. 

"Karena itu kami beri waktu seminggu. Kalau Gojek masih menerapkan aturan kemitraan yang tidak konsisten dan izin tak dilengkapi, untuk sementara ditutup saja," ujarnya.

Armuji mengaku sudah meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk mengawal persoalan tersebut hingga batas waktu yang telah ditentukan. 

Dikonfirmasi terpisah, Manajemen Gojek Indonesia, Arnold, mengakui izin yang dimiliki Gojek Surabaya hanya izin domisili dari kelurahan, yakni tempat kantor Gojek Surabaya di kawasan Jalan Tidar.

Soal izin Gojek Indonesia, menurut Arnold, semua Gojek di daerah-daerah seperti Bandung, Jakarta, dan lainnya, juga tak memiliki izin. 

Sebab, kata dia, Manajeman Gojek saat ini sedang menunggu regulasi dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Perhubungan. 

"Kami juga masih menunggu, izinnya seperti apa? Kami seratus persen akan mengikuti arahan itu," ujarnya.


(UWA)