Kisah Inspiratif

Seorang Bidan di Madura Banting Setir Bisnis Kuliner Jepang

Rahmatullah    •    Minggu, 26 Feb 2017 12:15 WIB
bisnis
Seorang Bidan di Madura Banting Setir Bisnis Kuliner Jepang
Fitriyah, bidan yang memilih banting setir menjalankan bisnis kuliner Jepang di Sumenep, Jawa Timur -- MTVN/Rahmatullah

Metrotvnews.com, Sumenep: Menu masakan Jepang masih asing bagi lidah warga Madura, Jawa Timur. Mereka lebih memilih sate ataupun soto sebagai menu andalan.

Berbeda, warga Kabupaten Sumenep mulai melirik masakan Jepang sebagai menu favorit. Terutama para pekerja kantoran, mereka kini cenderung melirik masakan Negeri Sakura.

Masakan Jepang mulai beredar di Sumenep setahun yang lalu. Menariknya, yang menjalankan bisnis kuliner Jepang ini adalah seorang bidan yang rela meninggalkan aktivitas medisnya untuk menjadi koki.

"(Awalnya) Saya bekerja di salah satu rumah sakit swasta. Tapi, saya lepas itu karena panggilan hati untuk berbisnis kuliner," kata Fitriyah, pebisnis kuliner Jepang di Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu, 26 Februari 2017.

Fitriyah memilih masakan Jepang sebagai andalan bukan tanpa alasan. Dia tidak mau menjalankan bisnis kuliner yang konsepnya meniru pebisnis lain.


Sejumlah menu andalan Fitriyah -- MTVN/Rahmatullah

Menurut Fitriyah, di Kabupaten Sumenep banyak kuliner yang bahan utamanya mi. Maka, ia memutuskan mengenalkan warga Sumenep dengan masakan Jepang yang banyak terbuat dari mi.

Pasar utama bisnis Fitriyah pertama adalah rekan seprofesinya saat bekerja di rumah sakit. Saat berangkat ke kantor, ia sempatkan membawa beberapa menu masakan. Ternyata, respon teman-temanya cukup positif.

"Lalu peminat semakin meluas, karena saya menggunakan media sosial untuk promosi," ujar Fitriyah.

Meski hanya buka gerai di rumah sendiri, Fitriyah sudah memilik dua pramusaji dan dua pengantar masakan ke pelanggan. Penghasilannya pun lumayan. Dengan modal Rp200 ribu, bisa mendatangkan omzet Rp500 ribu per hari.

Salah satu menu andalan Fitriyah adalah sushi omayo cheese yang bahan utamanya adalah beras Jepang. Harganya cukup terjangkau, antara Rp10 ribu hingga Rp20 per menu masakan.


(NIN)