Pemprov Jatim Siapkan Rp12,5 Miliar Guna Stabilkan Harga Sembako

Amaluddin    •    Sabtu, 22 Apr 2017 11:04 WIB
harga sembako
Pemprov Jatim Siapkan Rp12,5 Miliar Guna Stabilkan Harga Sembako
Gubernur Jatim Soekarwo (tengah) -- ANT/Destyan Sujarwoko

Metrotvnews.com, Surabaya: Gubernur Jawa Timur Soekarwo memastikan, harga sembako stabil hingga Lebaran. Ia mengaku menyiapkan dana Rp12,5 miliar untuk menstabilkan harga sembako.

"Dana tersebut nantinya digunakan untuk subsidi ongkos angkut, tenaga atau kuli, karung, dan tunjangan kemahalan," kata pria yang akrab disapa Pakde Karwo itu di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, 22 April 2017.

Pakde Karwo menjelaskan, kepastian stabilitas harga sembako didapatkan karena data distribusinya terukur secara real time. Nantinya, setiap hari ada beberapa instansi yang mengirimkan data manifest, di antaranya Pelindo dan Angkasa Pura.

"Jadi, harga kebutuhan pokok saya pastikan stabil alias aman," tegasnya.

Pemprov Jatim, lanjut Pakde Karwo, juga menyiapkan aplikasi Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Barang Pokok (Siskaperbapo). Aplikasi ini memiliki 171 inputer, terdiri dari 116 petugas pasar, 38 petugas kabupaten/kota, 17 petugas sentra produksi, dan 17 pemantau stok di pasar induk.

"Aplikasi ini dapat memantau harga konsumen di 116 pasar dan harga produsen di 17 lokasi di Jatim. Kami juga memasang TV di beberapa pasar rakyat untuk menampilkan harga dan stok bahan pokok," katanya.

Tak hanya itu, kata Pakde Karwo, Jatim pun memiliki gerai stabilisasi harga. Ada 3.558 gerai pangan permanen yang terdiri dari kios pangan operasi pasar, toko tani Indonesia, aplikasi e-warung, serta rumah pangan kita.

Selain itu, ada 175 gerai pangan situasional. "Gerai ini terdirid dari operasi pasar mandiri dan operasi pasar Bantuan Ongkos Angkut (BOA)," urai Pakde Karwo.

Pakde Karwo berharap, adanya sistem tersebut mampu menampilkan data aktual dan kondisi eksisting di berbagai wilayah. Sistem itu nantinya juga dapat melihat data aktual tentang ketersediaan bahan pokok, meliputi jenis barang, volume, serta asal dan tujuan.

"Sistem ini juga dapat mengakomodir kebutuhan pencatatan arus barang keluar masuk atau bongkar muat," pungkasnya.


(NIN)