Penurunan Pajak Diharap Katrol Omzet UMKM

Daviq Umar Al Faruq    •    Kamis, 12 Apr 2018 12:29 WIB
pajak
Penurunan Pajak Diharap Katrol Omzet UMKM
Deputi Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM, I Wayan Dipta (memotong pita) pada pembukaan Malang City Expo di Stadion Stadion Gajayana Kota Malang, Rabu, 11 April 2018. Foto: Medcom.id/DAVIQ UMAR AL FARUQ

Malang: Pajak penghasilan (PPh) final untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) beromzet di bawah Rp4,8 miliar per tahun diturunkan dari 1 persen menjadi 0,5 persen. Penurunan pajak ini diyakini meningkatkan omzet pengusaha UMKM.

"Bila pajak berkurang, maka omset mereka bisa bertambah. Apalagi bila transaksinya meningkat, mereka bisa lebih sejahtera lagi," kata Deputi Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM I Wayan Dipta saat menghadiri Malang City Expo 2018, Rabu, 11 April 2018.

UMKM diharapkan dapat lebih berkembang dan berkontribusi bagi negara. Sektor UMKM telah memberikan kontribusi kepada perekonomian nasional sebesar 60 persen.

"Kontribusinya di semua sektor. Mulai dari pertanian, perdagangan, distrik, jasa, manufaktur dan sebagainya," lanjut Dipta.

Selain itu, Dipta mengaku UMKM juga telah menyerap 97,2 persen tenaga kerja nasional. "Hampir sekitar 113 juta tenaga kerja," ucapnya.

Pihaknya telah menyosialisasikan  pendampingan UMKM agar dapat terus tumbuh. Terutama di bidang modal, hak cipta, dan merek.

"Kita memang mendorong UMKM untuk terus melakukan promosi, dengan event-event promosi kepada masyarakat. Apalagi produk kreatif yang biasanya belum dikenal," jelasnya.

Salah satunya adalah kegiatan Malang City Expo 2018 yang digelar di Stadion Stadion Gajayana Kota Malang ini. Gelaran yang diadakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Kota Malang ini bertujuan untuk mengenalkan produk-produk unggulan kepada masyarakat.

"Kalau dilihat produknya banyak yang bagus disini. Jadi tinggal tergantung bagaimana mengerahkan pengunjung ke sini. Mudah mudahan pengunjung yang datang tidak hanya mengunjungi tapi juga membeli," ungkapnya.

Malang City Expo 2018 sendiri menargetkan jumlah pengunjung sebanyak 25 ribu dengan total transaksi Rp4 miliar. Target tersebut meningkat dari tahun sebelumnya, yakni Rp3,2 miliar.

"Malang ini yang menonjol fashion, makanan minuman dan kriya. Malang dan Bandung itu kota-kota kreatif, bahkan Bandung malah sudah digital. Mudah mudahan dengan fasilitasi yang dilakukan, UMKM malang dapat semakin berkembang," pungkasnya.
 


(SUR)