Komentar Petani, Tengkulak, dan Pedagang soal Harga Cabai Mahal

Amaluddin    •    Jumat, 17 Feb 2017 19:05 WIB
harga cabai
Komentar Petani, Tengkulak, dan Pedagang soal Harga Cabai Mahal
Cabai rawit merah. (Ant/Risky Andrianto)

Metrotvnews.com, Surabaya: Tingginya harga cabai rawit merah tidak dinikmati petani. Harga jual cabai di tingkat petani jauh di bawah harga pasar. 

Maryanto, salah satu petani cabai asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengaku terkejut dengan tingginya harga cabai di pasaran. Pria dua anak ini mengaku baru mengetahui harga cabai di pasaran setelah dirinya coba menjual cabai ke pasar di kampungnya. 

"Saya baru tahu pas kemarin, ternyata harga cabai (rawit merah) tembus Rp120 ribu per kilogram. Padahal, biasanya saya menjual ke tengkulak sebesar Rp30 per kg," kata Maryanto, dikonfirmasi, Jumat, 17 Februari 2017.

Saat panen atau tidak panen, Maryanto mengaku selalu menjual cabai ke pasar dan tengkulak seharga Rp30 ribu per kg. Namun, ia terkejut ternyata harga cabai selangit. "Cabai dijual jauh dari harga petani," katanya.

Sementara itu, Harianto, salah satu tengkulak, mengaku sengaja menaikkan harga cabai untuk menutupi biaya transportasi. 

"Kalau kita beli banyak, kita masih untung. Tapi kalau cabai yang kita angkut hanya sedikit, kita rugi di transportasi. Makanya, kalau kita jual lagi ke pedagang sengaja kita naikkan harganya," kata Hariyanto.

Hal yang sama ternyata juga dilakukan oleh pedagang besar. Mereka juga menaikkan harga cabai hingga berdampak pada kenaikan harga di pasar tradisional. "Kita belinya di agen itu mahal. Otomatis kita jualnya lebih mahal lagi, biar dapat untung," jelas Romlah, salah satu pedagang cabai di Pasar Wonokromo Surabaya.

Hingga saat ini, Pemprov Jatim masih terus berupaya menekan tingginya harga cabai di pasaran. Salah satunya menggandeng Bulog Jatim untuk membeli langsung cabai dari petani, dan dijual lagi di pasaran sesuai harga beli dari petani.

"Kita bersama Bulog beli cabai ke petani. Kalau petani jual Rp30 ribu per kg, kami dan Bulog jual lagi di pasaran, harganya juga sama Rp30 ribu per kg," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, M Ardhi Setiawan.

Namun, karena terkendala jumlah panen yang belum maksimal, Deperindag Jatim dan Bulog belum bisa merealisasikan di seluruh kab/kota di Jatim. "Saat ini, kami masih membeli cabai dari petani yang panen, dan dijual di lima daerah, di antaranya, Surabaya, Jember, Malang, Blitar, dan Kediri," tandasnya.


(SAN)