15 Koperasi di Sumenep Dibubarkan

Rahmatullah    •    Senin, 27 Mar 2017 12:38 WIB
koperasi
15 Koperasi di Sumenep Dibubarkan
Foto ilustrasi. (Ant/Ari Bowo Sucipto)

Metrotvnews.com, Sumenep: Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Diskop-UMKM) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, membubarkan 15 koperasi. Penyebabnya koperasi tidak aktif. Koperasi yang semula berjumlah 1.385 kini tinggal 1370 unit.
 
Kepala Diskop-UMKM Sumenep, Imam Trisnohadi, menuturkan, 15 koperasi yang dibubarkan itu tidak menggelar rapat akhir tahunan (RAT) selama dua tahun. Padahal, RAT merupakan kewajiban koperasi. RAT mestinya dilakukan agar organisasi di tubuh koperasi berjalan efektif.
 
“Ya karena sudah tidak aktif, koperasi itu kita bubarkan,” terangnya, Senin, 27 Maret 2017.
 
Selain itu, kata Imam, anggota koperasi yang dibubarkan itu tidak memenuhi kewajiban menabung tiap bulan. Padahal, simpanan itu untuk menyokong perjalan koperasi.

Koperasi yang ada, kata dia, bersifat simpan-pinjam. Anggota tidak hanya boleh meminjam uang, tapi berkewajiban menyimpan.
 
Dia menganggap wajar anggota koperasi itu tidak mampu memenuhi kewajiban menabung, karena kebanyakan wiraswasta yang tidak berpengasilan tetap. Beda dengan koperasi yang anggotanya aparatur sipil negara (ASN), tiap bulan bisa menyisihkan gaji untuk kewajiban menyimpan.
 
Tapi, Imam mengaku masih memberikan peluang bagi pelaku 15 koperasi agar berbenah. Dia menyebut hal itu sebagai program revitalisasi. Pengurus koperasi akan dimintai komitmen apakah akan menjalankan koperasi sesuai aturan atau tidak. Jika pengurus menyatakan tidak sanggup lagi, koperasi akan langsung dihapus.
 
“Koperasi merupakan soko guru perekonomian di negara ini. Sangat disayangkan jika tidak aktif,” tutup Imam.
(SAN)