Tahun Ini, Kawasan Selatan Jatim bakal akan Punya Pelabuhan Baru

Amaluddin    •    Rabu, 04 Jan 2017 19:16 WIB
Tahun Ini, Kawasan Selatan Jatim bakal akan Punya Pelabuhan Baru
Kegiatan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, MI - Abdus

Metrotvnews.com, Surabaya: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyetujui rencana Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) membangun pelabuhan di kawasan selatan Jawa Timur, yakni di Kabupaten Probolinggo. Pelabuhan itu bertujuan memperlancar arus logistik ke kawasan selatan Jatim.

"Kajian yang meliputi studi kelayakan, Amdal, detail engineering design (DED) akan dimulai tahun ini (2017)," kata Gubernur Jatim, Soekarwo, di Surabaya, Rabu (4/1/2017).

Pelabuhan di Probolinggo itu diharapkan dapat mengurangi beban biaya logistik dan barang yang masuk wilayah selatan. Misalnya Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ponorogo, dan Kabupaten Ngawi. 

Selama ini, barang yang masuk ke wilayah selatan Jatim selalu melalui dua pelabuhan. Yaitu Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Pelabuhan Brondong Lamongan.

"Pelabuhan ini nanti juga akan mendongkrak prekonomian Jatim semakin baik. Apalagi di wilayah kawasan Jatim banyak potensi yang dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat sekitar, misalnya potensi perikanan, pertambangan, dan perkebunan," katanya.

Tak hanya pelabuhan, Kemenhub juga menyetujui pembangunan bandara baru di kawasan selatan, tepatnya di Kabupaten Tulungagung. Saat ini, Pemprov tengah menyelesaikan pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) untuk mendukung pembangunan pelabuhan dan bandara baru. 
"Pada prinsipnya pemerintah pusat telah menyetujui, tahun ini baru akan dimulai seperti DED, Amdal, dan lainnya," tandasnya.

Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan (Dishub LLAJ) Jatim, Wahid Wahyudi, membenarkan hal tersebut. Wahid mengakui kawasan selatan tidak mendapat dukungan infrastruktur yang memadai. Sehingga pendistribusian ke arah selatan mengeluarkan banyak biaya.

(RRN)