Anggaran Seret, Airport City Juanda Mandek

Amaluddin    •    Jumat, 24 Feb 2017 14:59 WIB
bandara
Anggaran Seret, Airport City Juanda Mandek
Antrean penumpang di Terminal 1B Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur saat musim mudik lebaran. (Ant/Irfan Anshori)

Metrotvnews.com, Surabaya: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur berencana mengembangkan Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, dengan mengadopsi konsep pembangunan kota bandar udara (Airport City) pada 2019. Namun, proyek pembangunan yang dijadwalkan tahun ini dipastikan mundur.

"Pembangunan pengembangan Juanda memang rencananya dimulai tahun ini, dan beroperasi tahun 2019. Tapi masih mandek karena belum ada anggarannya," kata Gubernur Jatim, Soekarwo, Jumat, 24 Februari 2017.

Menurut Pakde Karwo, sapaan akrabnya, kondisi perekonomian yang belum kondusif menjadi penyebab utama. Padahal, kata Pakde Karwo, konsep Airport City Juanda telah disetujui oleh Kementrian Perhubungan (Kemenhub).

"Konsepnya sudah disetujui. Bahkan Detail Engineering Design (DED) proyek juga sudah diselesaikan pada tahun 2016. Sekarang sebenarnya tinggal memulai pembangunan fisik saja, tapi masih mandek karena tidak ada kucuran anggaran dari pemerintah pusat," katanya.

Airport City dirancang untuk mengintegrasikan Bandara Juanda dengan fasilitas pendukung lainnya. Seperti pusat perbelanjaan dan kawasan bisnis. Airport City nantinya bakal menjadi Terminal 3 di Bandara Juanda, yang terdiri dari lima lantai. Satu lantai di antaranya berada di bawah tanah. 

Rencananya, kawasan terintegrasi itu akan dibangun di lahan seluas 4 ribu hektare, yang sebagaian besar akan memanfaatkan reklamasi di pantai timur Sidoarjo. Di Bandara Juanda juga akan dibangun landasan pacu sepanjang 3.600 meter. Tujuannya untuk mengurangi kepadatan di pintu kedatangan atau pun pintu keluar.

"Kalau sekarang saya menghitung dari boarding sampai terbang sudah sampai 30 menit karena adanya antrean panjang," paparnya.

Anggaran pengembangan Airport City itu diperkirakan mencapai Rp13 triliun. Selain dari investor, rencananya pemerintah pusat juga akan mengucurkan anggaran untuk program itu.

"Tapi dengan skema APBN seperti sekarang ini jelas tidak memungkinkan. Jadi untuk sementara mandek dulu," tutur Pakde.


(SAN)