Petani Sumenep Terusik Beredarnya Cabai Kering Impor

Rahmatullah    •    Minggu, 26 Feb 2017 12:52 WIB
harga cabai
Petani Sumenep Terusik Beredarnya Cabai Kering Impor
Pedagang cabai di Pasar Anom, Sumenep, Madura, jawa Timur -- MTVN/ Rahmatullah

Metrotvnews.com, Sumenep: Beredarnya cabai kering impor membuat khawatir petani di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Mereka takut, cabai hasil panennya tidak laku dijual karena harganya lebih mahal dari pada cabai impor.

"Terus terang, saya dan petani lain terkejut mendengar ada cabai impor yang harganya sangat murah. Saya khawatir, cabai hasil panen tidak ada yang beli," kata Latif, petani asal Desa Ellak Laok, Kecamatan Lenteng, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu, 26 Februari 2017.

Latif berharap, pemerintah segera mencari cara melindungi petani lokal. Jika cabai kering impor dibiarkan beredar bebas, dia khawatir pengasilannya ke depan akan menyusut.

(Baca: Cabai Kering Impor Masuk Sumenep)

Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sumenep Sukaris menuturkan, beredarnya cabai kering impor belum mengancam keberadaan petani lokal karena jumlahnya masih sedikit. Tapi, dia berjanji akan berkoordinasi dengan instansi lain untuk mengantisipasi potensi terancamnya petani lokal.

"Kami akan mencari formula untuk melindungi petani lokal. Karena beredarnya cabai impor akan berpengaruh pada penghasilan petani," jelasnya.

Meski harga cabai impor harganya lebih murah, kata Sukaris, tidak menutup kemungkinan konsumen tetap memilih cabai lokal. Sebab, konsumen akan lebih melihat pada kualitas barang.

"Maka, yang harus dilakukan petani lokal adalah mempertahankan kualitas cabai," ucap dia.

Cabai kering impor mulai masuk Kabupaten Sumenep pada 21 Februari 2017. Harganya cabai kering impor jauh di bawah harga cabai lokal, yaitu Rp 70 ribu per kilogram. Sedangkan, harga cabai lokal Rp140 ribu per kilogram.

(Baca: Harga Cabai di Jatim Mencapai Rp150 Ribu/Kg)


(NIN)