Pemuda Indonesia Masih Diajarkan Menabung, bukan Investasi

Muhammad Khoirur Rosyid    •    Selasa, 14 Mar 2017 16:04 WIB
investasi
Pemuda Indonesia Masih Diajarkan Menabung, bukan Investasi
Ilustrasi investasi, Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Surabaya: Minat masyarakat Indonesia untuk berinvestasi masih sangat rendah. Dari total 255 juta penduduk, hanya 0,2 persen yang berinvestasi di PT Sucorinvest.

Investment Analist PT Sucorinvest Assesment Manager, Billy Budiman, menilai masyarakat masih kurang memahami bisnis investasi. Sehingga masyarakat masih memiliki banyak pertimbangan untuk berinvestasi.

"Saat ini kurikulum pendidikan kita juga masih mengajarkan tentang rajin menabung, bukan rajin investasi," kata Billy dalam acara Capital Market Update, di Grand Spazio, Kota Surabaya, Jawa Timur, Selasa 14 Maret 2017.

Billy mendorong pemerintah memberikan pemahaman lebih mendalam soal investasi, terutama kepada kalangan muda. Sehingga, pemuda tak perlu lagi panik saat akan menikah atau mulai berkeluarga.

"Pemuda kita masih malas investasi. Baru bingung saat mau nikah. Misalnya butuh modal untuk persiapan resepsi, beli rumah dan lainnya," katanya.

Billy mengatakan warga di usia 25 tahun biasanya membutuhkan uang untuk pernikahan. Tapi sebelum menikah, mereka sibuk berfoya-foya.

"Ya, sebelum menikah pemuda lebih banyak having fun (bersenang-senang) dengan pacar, makan mewah, belanja sana sini yang hanya untuk diupload di sosial media," ujarnya.

Ketidakpahaman itu, lanjut Billy, membuat banyak masyarakat tertipu dengan investasi bodong. Banyak warga yang tergiur dengan investasi yang menawarkan bunga hingga lebih 10 persen.

"Karena saking paniknya dan butuh uang, investasi yang menggiurkan diambil. Eh, enggak tahunya itu investasi bodong," imbuhnya.



(RRN)