Jembatan Suramadu Gratis untuk Tekan Kemiskinan

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 01 Nov 2018 13:15 WIB
infrastrukturjembatan suramadu
Jembatan Suramadu Gratis untuk Tekan Kemiskinan
Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Yogyakarta: Pemerintah menggratiskan biaya melintas di jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) sebagai langkah mendorong perekonomian. Tujuan akhir pemerintah agar menekan angka kemiskinan.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengatakan ketimpangan penduduk di wilayah Jawa Timur dengan di Pulau Madura cukup terlihat. Ia menyebut angka kemiskinan di wilayah Jawa Timur di bawah tujuh persen.

"Bayangkan (angka kemiskinan) di Sampang sekitar 23 persen. Saya tidak hafal data detailnya tapi kata (pemerintah setempat) di Bangkalan sudah sekitar 20 persen," kata Pratikno di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, DI Yogyakarta, Kamis, 1 November 2018.

Selain itu, ia melanjutkan, keputusan itu juga untuk menekan harga logistik yang tidak merata antara kota di Surabaya dan Pulau Madura. Ia juga mengatakan tebu di Madura saat dibawa ke Sidoarjo menjadi tak kompetitif karena terlalu mahal akibat mahalnya biaya lalu lintas.

"Industri properti dan pariwisata ini juga mahal. Jadi bayangkan kemiskinan di Madura tiga sampai empat kali lipat (dibanding wilayah di Jawa Timur)  Pak Presiden memerintah ke Menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), harus ini diingat ini bukan tol yang dibangun oleh investor, ini oleh APBN," katanya.

Pratikno mengungkapkan, Menteri PUPR pada awal tahun telah mencoba menurunkan 50 persen biaya melintas di jembatan Suramadu. Namun, langkah itu tidak menunjukkan hasil signifikan.

Menurut mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) ini, Presiden Joko Widodo telah melakukan blusukan di kawasan pinggiran. Dari blusukan itu, Madura dinilai menjadi salah satu wilayah yang seolah masih berisikan.

"Ya sudah kalau begitu bagaimana rasa keadilan kita gitu. (Madura terisolasi) bukan karena infrastruktur tapi karena kebijakan tarif," ujarnya.



 


(SUR)