Agar tak Terlambat, Warga Surabaya Bisa Bayar Pajak di Bank

Amaluddin    •    Jumat, 07 Oct 2016 15:42 WIB
pajak
Agar tak Terlambat, Warga Surabaya Bisa Bayar Pajak di Bank
Penandatanganan kerja sama antara Dispenda dengan BNI di Surabaya, MTVN - Amaluddin

Metrotvnews.com, Surabaya: Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, menggandeng PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk untuk mempermudah pembayaran pajak. Kerja sama itu diresmikan dalam perjanjian yang ditandatangani di Balai Kota Surabaya, Jumat 7 Oktober.

Perjanjian kerja sama ditandatangani Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan (Dispenda) Surabaya Yusron Sumartono dan CEO PT BNI Wilayah Surabaya Risang Widoyoko. 

"Selain bayar pajak di DJP, kini masyarakat Surabaya bisa bayar pajak di BNI," kata Yusron.

Nantinya, lanjut Yusron, masyarakat Surabaya bisa membayar pajak hotel, restoran, hiburan, penerangan jalan, reklame, parkir, air bawah tanah, bumi dan bangunan serta BPHTB bisa dilakukan di BNI. 

"Sembilan jenis pajak itu bisa via channel Bank BNI seperti melalui teller, electronic data capture (EDC), anjungan tunai mandiri (ATM), kartu kredit/debet, mobile banking system, dan internet banking," jelasnya.

Menurut Yusron, kerjasama dengan Bank BNI sejatinya sudah dimulai sejak Desember 2015. Namun, kerjasama itu masih sebatas melayani pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) via ATM saja. 

Ke depannya, Yusron berharap semakin banyak wajib pajak (WP) membayar pajak tepat waktu. Target pajak daerah Kota Surabaya tahun 2016 ini mencapai Rp2,8 triliun dari 664.496 WP. 

"Realisasi pajak hingga sekarang sudah 79 persen. Kami yakin target pajak daerah dapat terpenuhi di atas 100 persen," tandas mantan Koordinator Kelompok Pemeriksa di Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) ini.

Dalam kesempatan sama, CEO PT BNI Wilayah Surabaya Risang Widoyoko,  menyambut baik kerjasama dengan Pemkot Surabaya ini. Dia menyatakan, pembayaran secara tunai memang memiliki risiko lebih besar. Oleh karenanya, BNI memberikan fasilitas dimana para wajib pajak dapat membayar pajaknya secara non-tunai. 

"Melalui channel mobile banking system atau internet banking, masyarakat tidak perlu keluar rumah untuk membayar pajak. Hal ini sejalan dengan kebijakan Bank Indonesia yang terus mendorong peningkatan transaksi non-tunai di Indonesia," kata Risang.



(RRN)