Cuara Buruk

Petani Bawang Merah di Sampang Rugi Puluhan Juta

Rahmatullah    •    Selasa, 14 Feb 2017 14:50 WIB
Petani Bawang Merah di Sampang Rugi Puluhan Juta
Panen bawang merah di Desa Sokobenah Laok, Kecamatan Sokobenah, Sampang, Jawa Timur -- MTVN/Rahmatullah

Metrotvnews.com, Sampang: Petani bawang merah di Sampang, Jawa Timur, rugi hingga puluhan juta rupiah. Hujan dengan intensitas tinggi yang sering mengguyur, menyebabkan kualitas bawang menjadi buruk.

Harga bawang merah yang biasanya Rp40 ribu per kilogram, kini hanya Rp20 ribu per kilogram. "Pembeli juga tidak mau rugi melihat kualitas bawang saya, kebanyakan busuk. Jadinya dibeli murah," kata Didik, petani bawang merah di Desa Sokobenah Laok, Kecamatan Sokobenah, Sampang, Jawa Timur, Selasa, 14 Februari 2017.

Didik mengatakan, tahun ini dirinya mengeluarkan modal Rp40 juta untuk menanam bawang merah. Biaya tersebut dipakai membeli 9 kwintal bibit bawang merah, pupuk, dan perawatan. Tapi, ternyata hasil menjual bawang tidak bisa menutupi modal yang dikeluarkan.

"Semua petani bawang merah di sini rata-rata rugi banyak," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Matlawi. Ia mengaku memanen bawangnya lebih awal untuk menghindari kerugian lebih besar. Jika menunggu masa panen tiba, dikhawatirkan bawang membusuk perlahan.
 
"Karena dipanen lebih awal, bijinya kecil-kecil. Tidak sebesar pada saat masa panen sebenarnya," ucapnya.

Matlawi berharap cuaca segera kembali normal. Karena bawang merah cukup menjanjikan di wilayahnya.
(NIN)