DBHCHT Malang Tersisa Rp31,3 Miliar

Antara    •    Minggu, 12 Feb 2017 11:04 WIB
pemerintah kota
DBHCHT Malang Tersisa Rp31,3 Miliar
Sejumlah buruh menjemur tembakau rajangan -- ANT/Aditya Pradana Putra

Metrotvnews.com, Malang: Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) Pemerintah Kota Malang pada 2016 masih tersisa Rp31,3 miliar. Itu berarti dana hanya terserap 64,19% dari Rp87,4 miliar.

"Angka serapan yang cukup rendah itu menjadikan Malang sebagai penyerap anggaran terendah ke-3 atau urutan ke-36 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur," kata Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Kota Malang Wasto di Malang, Jawa Timur, Minggu, 12 Februari 2017.

Padahal, pada tahun anggaran 2016 terdapat 12 satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemkot Malang yang mendapat alokasi DBHCHT, di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kominfo, dan RSUD Kota Malang.

Anggaran DBHCHT yang tidak terpakai adalah pos pembinaan industri sebesar Rp100 juta, pembinaan lingkungan sosial Rp43,4 miliar, sosialisasi ketentuan di bidang cukai Rp4,6 miliar, dan dana block grant sebesar Rp39,3 miliar. Kesulitan penyerapan anggaran paling besar pada pos block grant.

Menurut Wasto, secara spesifik realisasai penggunaan dana block grant ini agak menyulitkan daerah, karena daerah tidak bisa berkreasi dengan leluasa dalam menggunakan anggaran. Hal itu disebabkan adanya batasan aturan dan skema yang bisa mendapatkan dana block grant.

"Dari keseluruhan anggaran yang dikucurkan untuk block grant, yang terserap hanya Rp20,1 miliar. Sedangkan, angka serapan detail dari masing-masing SKPD, saya tidak hafal," ucapnya.


(NIN)