Kemenkop UKM Dorong Revitalisasi Pasar Tradisional di Sidoarjo

Syaikhul Hadi    •    Jumat, 04 Nov 2016 10:07 WIB
kementerian koperasi dan ukm
Kemenkop UKM Dorong Revitalisasi Pasar Tradisional di Sidoarjo
Suasan pertemuan Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM I Wayan Dipta dengan Pemerintah Daerah Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, Kamis (3/11/2016).

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM I Wayan Dipta mengunjungi kantor Pemerintah Daerah Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, Kamis (3/11/2016). 

Kemenkop dan UKM menyosialisasikan program pembangunan pasar rakyat senilai Rp950 juta. Menurutnya, program ini dikhususkan untuk pengembangan pembangunan dari aspek pasar tradisional di Sidoarjo.

"Salah satunya melalui revitalisasi pasar tradisional. Yakni memperbaiki pasar pasar yang ada menjadi beton," ujar I Wayan Dipta saat di Pendopo. 

Revitalisasi pasar tradisional diyakini mampu meningkatkan produktivitas perekonomian lokal dengan mengedepankan pemberdayaan koperasi. Sehingga kedepan pengelolaannya tidak lagi dilakukan oleh Pemerintah daerah, melainkan koperasi. 

"Jika pengelolaannya diserahkan ke Koperasi, maka daerah bisa melakukan efisiensi," katanya. 

Selain itu, pihaknya juga memfasilitasi program bantuan kepengurusan Hak Atas Kekayaan Intelektual secara gratis bagi produk-produk Usaha kecil menengah  (UKM). Hal itu untuk mendorong produktivitas usaha dan melindungi kreativitas hasil karya UKM. 

"Kalau dulu ngurusnya lama, sekarang tidak lagi. Paling hanya satu jam saja, karena sudah berbasis online," lanjut I Wayan. 

Saat disinggung soal produk UKM Sidoarjo, pihaknya menegaskan bahwa semua produk di Sidoarjo bisa terakomodasi. Termasuk pedagang Kaki Lima.

"Saya kira tidak ada kendala dengan UKM Sidoarjo. Karena mereka tidak tahu saja, makanya saya datang kesini untuk menyosialisasikan itu. Dan dari hasil pertemuan tadi mereka hanya minta di support," katanya. 

Sementara, Sekretaris Koperindo Sidoarjo, Toni Wijayanto menyambut baik dengan adanya program kepengurusan hak cipta bagi kalangan UKM. Karena banyak sekali produk UKM tak mampu menembus kepengurusan HaKi, lantaran beberapa alasan.

"Bengkel kita itu di dapur, teras depan rumah. Kita bikin produknya, tapi tidak bisa membuat mereknya. Ini yang menjadi kendala bagi pelaku UKM. Kami menyambut baik program pemerintah ini," kata Toni.

Selama ini, kata dia, pihaknya hanya menjual produk polosan tanpa disertai merk. Bahkan, produk hasil miliknya kerap sekali menjadi bahan sitaan petugas.

"Sempat juga disita. Kita yang bikin produknya, dijual ke perusahaan dan yang ngasih merk mereka. Akhirnya, yang kena kita juga. Makanya, kita bersyukur sekali ada perhatian dari Pemerintah," tandasnya.


(MEL)