Gubernur Dorong India Tingkatkan Investasi di Jatim

Amaluddin    •    Sabtu, 14 Apr 2018 18:17 WIB
investasi
Gubernur Dorong India Tingkatkan Investasi di Jatim
Gubernur Jatim Soekarwo saat memberikan sambutan pada acara “East Java Business Forum Meeting” di Taj Mahal Hotel, New Delhi, India. Dok: Pemerintah Provinsi Jatim

Surabaya: Gubernur Jawa Timur Soekarwo berharap India meningkatkan investasi dan neraca perdagangannya di Jatim. Ini disampaikan Soekarwo saat memberikan sambutan pada acara "East Java Business Forum Meeting" di Taj Mahal Hotel, New Delhi, India, Sabtu, 14 April 2018.

Soekarwo menilai India punya banyak keungulan. Di antaranya tekstil, otomotif dan digitalisasi. Karena itu, Pakde Karwo, demikian ia disapa, berharap neraca perdagangan Jatim-India meningkat/

"Jatim sendiri saat ini mengembangkan sebagai smart province, yang dicapai melalui smart goverment, smart industri, dan ekonomi," kata Pakde Karwo.

Smart goverment, lanjut dia, dicapai melalui penyediaan informasi dan data serta pelayanan publik berbasis teknologi, dan industri. Untuk industri, dilakukan penggenjotan industri manufaktur. Utamanya industri pengolahan sebagai sektor yang berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim .

"Saat ini telah beroperasi 10 kawasan industri. Diantaranya kawasan industri JIIPE, Tuban dan Maspion," katanya.

Investasi India di Jatim tercatat mencapai US$792,36 juta (Rp10,85 triliun) dengan total 67 proyek. Beberapa sektor investasi pengusaha India di Jatim meliputi metal, mesin dan elektronik, perdagangan dan reparasi, serta industri makanan dan minuman.

Sementara itu, ekspor Jatim ke India, khususnya pengolahan logam berkontribusi 88,8% dari nilai total ekspor Jatim ke India. Ekspor Jatim sendiri ke India sebesar US$585,59 juta (Rp8,02 triliun) pada tahun 2017.

Pemprov Jatim memberi empat jaminan kemudahan bagi para pebisnis India yang bersedia berinvestasi dan berbisnis di Jatim. Fasilitasi perizinan, ketersediaan tenaga terampil, pengadaan tanah dan kecukupan energi listrik.

"Politik dan keamanan di Jatim senantiasa stabil, dan menjadi barometer nasional," ujarnya.

Sementara itu, Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk India, Sidharto Reza Suryodipuro, turut mendorong pengusaha India lebih banyak berinvestasi dan berbisnis di Jatim. Jatim disebutnya sebagai satu provinsi penting dan terbesar di Indonesia.

Peningkatan investasi dan perdagangan sangat dimungkinkan karena didukung hubungan baik antar dua negara, termasuk politik.

 


(SUR)