Kampung di Gunungkidul Ini Bebas Rentenir

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 27 Oct 2016 09:49 WIB
bisnis
Kampung di Gunungkidul Ini Bebas Rentenir
Dusun Jatikuning deklarasikan diri sebagai area antirentenir, MTVN - Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Gunungkidul: Sebuah kampung di Gunungkidul, DI Yogyakarta, mendeklarasikan diri sebagai area bebas rentenir. Hasilnya, tak ada warga di kampung tersebut yang terjerat utang pada rentenir.

Area bebas rentenir itu berlokasi di Dukuh Jatikuning, Desa Ngoro-oro, Kecamatan Patuk. Kepala Dukuh Jatikuning, Munawar mengatakan keputusan menjadikan kampungnya menjadi dusun antirentenir terjadi pada 14 Maret 2014. 

Ia menyebut, Dukuh Jatikuning menjadi salah satu jalan masuk ke Gunungkidul yang dianggap rawan atas masuknya rentenir dari perkotaan untuk menawarkan pinjaman uang.

Dusun yang berpopulasi 230 kepala keluarga. Kampung yang memiliki 772 warga itu berbatasan dengan Kabupaten Sleman dan Bantul.

"Kalau pinjaman dari rentenir itu kan besar bunganya. Warga pasti kesulitas buat bayar, belum lagi bunganya. 85 persen warga bekerja sebagai petani," kata Munawar kepada Metrotvnews.com, Kamis (27/10/2016).

Lelaki 51 tahun itu mengungkapkan sejak kampung menjadi antirentenir warga menjadi lebih mawasdiri terhadap siapapun yang menawarkan utang. Sebab, lanjutnya, ada warga kampung lain yang dikabarkan terjerat utang dari rentenir.

"Infonya seperti itu mas. Alhamdulillah, sampai sekarang warga Jatikuning tidak ada. Kami beri penyuluhan agar warga berhati-hati dengan bank yang tak jelas dan menawarkan utang," ujarnya.

Untuk membantu masalah keuangan, warga membuat sebuah iuran sebagai tabungan yang dikelola keporasi Marsudi Mulyo. Besaran iuran warga yakni bisa Rp5 ribu per bulan atau lebih.

Jika ada warga yang membutuhkan, Munawar menambahkan, bisa melakukan peminjaman uang ke koperasi. Besaran bunga yang diberikan yakni 1-1,5 persen.

"Di koperasi itu ada simpan-pinjamnya. Penggeraknya termasuk ibu-ibu PKK. Kami harap masyarakat tak mengalami masalah keuangan tanpa pinjam dari rentenir," ucapnya.


(RRN)