Menperin Ajak Masyarakat Gunakan Cangkul Produksi Dalam Negeri

Syaikhul Hadi    •    Selasa, 18 Apr 2017 13:55 WIB
kementerian perindustrian
Menperin Ajak Masyarakat Gunakan Cangkul Produksi Dalam Negeri
Menperin Airlangga Hartarto menyerahkan 100 cangkul kepada petani serta pelaku Industri Kecil dan Menengah -- MTVN/Syaikhul Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menyerahkan 100 cangkul kepada petani serta pelaku Industri Kecil dan Menengah. Penyerahan itu sebagai simbolis dalam realisasi dan komitmen Kementerian Perindustrian memacu produktifitas IKM.

"Ini sebagai bentuk realisasi di sektor alat perkakas non-mekanik. Selain itu, juga memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri," kata Airlangga di Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPPI), Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa, 18 April 2017.

Nantinya, lanjut Airlangga, diserahkan 1.000 cangkul kepada IKM dan petani. Cangkul yang diserahkan merupakan produksi PT Bima Bisma Indra (BBI) di kawasan Pasuruan, Jawa Timur. Bahan bakunya dari PT Krakatau Steel (KS).

"Cangkul yang untuk IKM baru jadi 75 persen, karena untuk dilanjutkan lagi proses produksinya. Sedangkan untuk petani, sudah 100 persen jadi," katanya.

Airlangga berharap, produsen cangkul baik skala IKM maupun industri besar bisa mendapatkan cangkul dengan logo Turangga dan berbahan baku medium carbon semteel di Perusahaan Perdagangan Indonesia (PT PPI) serta PT Sarinah. Sehingga, bisa meningkatkan nilai tambah.

"Peningkatan mutu bisa dilakukan dengan cara dicat, ditanamkan lagi, maupun ditambah dengan gagang kayu," jelasnya.

Guna memenuhi kebutuhan produksi sebanyak 50 ribu buah cangkul, PT BBI menggunakan 50 ton lembaran baja karbon SS400 yang diambil dari PT KS.

Airlangga mengajak seluruh perusahaan BUMN, IKM, Pemda, serta konsumen cangkul menyukseskan keberadaan industri alat perkakas pertanian dalam negeri. Hal itu untuk mendukung perkonomian nasional.

"Kemenperin mencatat, ada sekitar 12.609 unit produsen alat perkakas pertanian, baik skala kecil maupun menengah. Jumlah itu tersebar antara Sabang hingga Merauke. Sentra terbanyak ada di Jabar, Jatim, Jateng, Sumut, dan Sulteng. Jadi, kebutuhan cangkul sudah terpenuhi dari dalam negeri," jelasnya.

Sebelumnya, sudah ada penandatanganan nota kesepakatan mengenai pemenuhan kebutuhan bahan baku untuk pembuatan alat perkakas pertanian pada Januari lalu di Jakarta. Penandatanganan nota kesepakatan dihadiri beberapa perusahaan BUMN, di antaranya PT KS, PT BBI, PT PPI, dan PT Sarinah. Kesepakatan tersebut untuk memenuhi kebutuhan alat perkakas pertanian non-mekanik pasar dalam negeri.


(NIN)