Butuh Dua Bulan HCML Pasang Pipa Gas Bawah Laut

Amaluddin    •    Kamis, 08 Sep 2016 09:12 WIB
gas
Butuh Dua Bulan HCML Pasang Pipa Gas Bawah Laut
Ilustrasi pemasangan pipa gas. (Foto: Antara/Yudhi Mahatma).

Metrotvnews.com, Surabaya: Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) telah mengerjakan pemasangan jalur pipa gas bawah laut. Pemasangan pipa gas ini dimulai dari Gas Metering Station (GMS) di Desa Semare, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan ke Sumur BD (Well Head Platform) di Perairan Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

"Pemasangan pipa gas bawah laut ini memakan waktu hampir dua bulan, mulai Juli hingga Agustus 2016 lalu," kata Head of Relations HCML, Hamim Tohari, kepada Metrotvnews.com, Kamis (8/9/2016).

Sebab, kata Hamim, dalam pemasangan pipa tersebut terlebih dahulu harus memotong rumpon (tempat biak ikan) milik nelayan di Kabupaten Sampang, Madura agar tidak menghambat proses pemasangan pipa. Proses pemotongan rumpon dilakukan oleh kapal dan disaksikan petugas keamanan dari TNI Angkatan Laut yang bertugas di atas kapal. 

Menurut dia, saat pemotongan rumpon tidak serta-merta dilakukan begitu saja oleh petugas di atas kapal, melainkan terlebih dahulu diawali dengan peninjauan ke lokasi rumpon bersama FORPIMDA Kabupaten Sampang. Dari hasil peninjauan, rumpon yang dipotong berjumlah 21 buah kategori besar dan 8 buah kategori baru dan kecil.

Sehingga, total ada 29 rumpon yang dipotong dan sudah dibayar kepada para nelayan. "Tidak semua rumpon yang tersebar di area pekerjaan penggelaran pipa Sumur BD dipotong. Pemotongan hanya dilakukan pada rumpon yang kebetulan berada di koridor jalur kegiatan pemasangan pipa," katanya. 

Data ini kemudian disinkronisasikan dengan data yang dimiliki tokoh nelayan yang terlibat dalam pengamanan kegiatan proyek yang mengetahui secara persis siapa pemilik rumpon yang terkena pemotongan tersebut.

Berdasarkan hasil verifikasi data tersebut, HCML kemudian melakukan pembayaran ke pemilik rumpon. "Pembayaran dilakukan secara terbuka dan disaksikan oleh berbagai pihak terkait, seperti SKK Migas Perwakilan Jabanusa, Perwakilan KAMLA (AL), Babinkamtibmas (Polri), Babinsa (Koramil) dan Kepala Desa Pulau Mandangin," tukasnya.

Sekedar diketahui, pemasangan pipa gas bawah laut oleh Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) ini untuk memenuhi kebutuhan gas di tiga perusahaan di Jatim. Yaitu PT Perusahaan Gas Negara (PGN), PT Inti Alasindo Energy dan PT Petrokimia Gresik (PKG).

Gas sebesar 145 MMscfd milik HCML itu berasal dari dua lapangan HCML yang berada di Lapangan BD dan Lapangan MDA-MBH. Dua lapangan itu diharapkan dapat memproduksi gas pada akhir tahun 2016 dan tahun 2017.

HCML memasok gas untuk PT PKG sebanyak 85 Million Standard Cubic Feet per Day (MMscfd) selama 10 tahun. Kemudian untuk PT PGN sebanyak 20 MMscfd selama 20 tahun, dan PT Inti Alasindo Energy mendapat pasokan sebanyak 40 MMScfd selama 20 tahun.

Harga jual untuk tiga perusahaan tersebut tidak sama. Petrokimia Gresik yang membutuhkan pasokan gas untuk pembangunan pabrik pupuk amoniak mendapat harga sebesar USD6,5 per MMBTU dengan eskalasi 2,5 hingga 3 persen per tahun. Sedangkan harga jual untuk PGN dan PT Inti Alasindo Energy sebesar USD7 per MMBTU.


(HUS)