Jangan Lewatkan Ritual Kebo-keboan di Banyuwangi Sabtu Ini

Amaluddin    •    Rabu, 28 Sep 2016 19:55 WIB
pariwisata
Jangan Lewatkan Ritual Kebo-keboan di Banyuwangi Sabtu Ini
Ritual Kebo-keboan. Foto-foto: Humas Pemkab Banyuwangi

Metrotvnews.com, Banyuwangi: Banyuwangi Festival 2016 akan digelar Sabtu 1 Oktober 2016. Salah satu ritual yang paling ditunggu dalam festival ini adalah ritual kebo-keboan. Ritual yang kental dengan budaya agraris ini akan berlangsung di Dusun Krajan, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi.

Panitia penyelenggara Banyuwangi Festival 2016, Indra Gunawan, mengatakan ritual adat ini digelar sebagai bentuk permohonan kepada Tuhan agar sawah mereka subur dan panen berlangsung sukses. 

Salah satu yang unik dari ritual ini adalah beberapa petani didandani mirip kerbau dan mereka akan dirasuki roh leluhur dan bertingkah layaknya kerbau. Selama ritual, "kerbau" membantu petani menanam padi, seperti membajak sawah, mengairi, hingga menemani petani menabur benih.

Indra mengatakan tradisi ini dilakukan setiap awal bulan Syuro dalam kalender Jawa. Ritual kebo-keboan ini sebenarnya sudah dimulai sejak seminggu lalu dengan diawali berziarah ke makam Buyut Karti. Buyut Karti merupakan leluhur Desa Alasmalang yang mengawali tradisi ini 300 tahun silam.

"Konon, saat itu Desa Alasmalang dilanda wabah penyakit. Buyut Karti mendapat wangsit untuk menggelar selamatan bersih desa. Salah satunya harus menggelar ritual kebo-keboan," kata Indra, dalam keterangan tertulis yang diterima Metrotvnews.com, Rabu (28/9/2016).



Kerbau dipilih karena merupakan simbolisasi mitra petani di sawah. Kerbau berperan penting meningkatkan hasil panen para petani. Tradisi ini nantinya akan digelar sekitar pukul 09.30 WIB. 

Ritual akan diawali kenduri desa. Warga membawa 12 tumpeng lengkap dengan ayam ingkung. Tumpeng ini pun dilengkapi 5 porsi jenang sengkolo dan 7 porsi jenang suro.

"Jumlah tumpeng dan jenang ini sebagai simbol jumlah bulan dan hari yang menandai siklus kehidupan manusia selama satu tahun,” katanya.  

Selanjutnya, tumpeng-tumpeng akan dimakan bersama setelah didoakan oleh tetua adat. Usai makan tumpeng dilanjutkan dengan ider bumi. Dalam ider bumi belasan "kerbau" akan diarak berkeliling desa mengikuti empat penjuru mata angin. 

Selain di Alasmalang Singojuruh, ritual kebo-keboan juga digelar di Desa Aliyan Rogojampi Banyuwangi pada 8 Oktober mendatang.


(UWA)