Peredaran Cabai Impor Kering di Sumenep Meluas

Rahmatullah    •    Senin, 27 Feb 2017 16:26 WIB
harga cabai
Peredaran Cabai Impor Kering di Sumenep Meluas
Pedagang di Pasar Anom melayani pembeli -- MTVN/Rahmatullah

Metrotvnews.com, Sumenep: Peredaran cabai impor di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur semakin meluas. Pantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat, cabai impor kering sudah diperdagangkan di Pasar Anom, Desa Kolor, Kecamatan Kota dan Pasar Bangkal, Desa Bangkal, Kecamatan Kota.

"Yang kami temukan masih di dua pasar itu dan jumlahnya masih sedikit," kata Kabid Perdagangan Disperindag Kabupaten Sumenep Sukaris, Senin, 27 Februari 2017.

Sukaris mengaku sudah mengambil contoh untuk diuji klinis. Hal itu untuk memastikan cabai aman dikonsumsi atau membahayakan.

Disperindag bakal mengganden instansi lain untuk melakukan uji klinis. Sebab, Disperindag hanya fokus pada urusan perdagangan.

Saat ini, kata Sukaris, barang impor sudah bebas masuk Sumenep sejak diberlakukan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Ia mengaku, hal tersebut akan berdampak pada pedapatan petani lokal.

"Petani lokal harus mampu mempertahankan kualitas, sehingga tidak kalah saing," ujar Sukaris.

Selain itu, Sukaris memastikan Disperindag akan berkoordinasi dengan lintas instansi guna mencari cara melindungi petani lokal dari gempuran barang impor. Pihaknya tidak ingin ada keresahan di antara para petani.

Neni, seorang pembeli di Pasar Anom, mengaku lebih tertarik membeli cabai lokal. Sebab, cabai lokal lebih segar ketimbang cabai impor.

"Merasa tidak sreg saja ketika melihat bentuk cabai impor, karena kering," ujarnya.

Sebagai informasi, cabai kering impor masuk Sumenep sejak 21 Februari 2017. Harganya cukup murah, yaitu Rp70 ribu per kilogram, sedangkan cabai lokal Rp140 ribu per kilogram.


(NIN)