Bupati Sidoarjo Ingin Jaringan Gas Segera Beroperasi

Syaikhul Hadi    •    Sabtu, 01 Oct 2016 16:48 WIB
pertagas
Bupati Sidoarjo Ingin Jaringan Gas Segera Beroperasi
Ilustrasi sumur migas. (FOTO: Media Indonesia)

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Bupati Sidoarjo Saiful Ilah meminta agar jaringan gas (jargas) yang sudah terpasang bisa segera dioperasikan agar warga Sidoarjo bisa menikmati gas bumi dengan harga lebih murah. 

SaifuIlah mengatakan pemerintah Sidoarjo didapuk sebagai Kota Gas. Konsekuensinya, pemkab mencanangkan kebutuhan gas rakyat minimal 100 sambungan dengan realisasi dilakukan bertahap. Menurutnya, sudah sebuah keharusan warganya didorong menggunakan gas bumi.

"Kalau memakai gas Sambungan Rakyat (SR) kan lebih murah. Makanya warga Sidoarjo harus dapat itu (jargas)," ucap Saiful, kemarin.

Jaringan gas di Sidoarjo pertama kali dibangun Petrogas Jatim Utama (PJU) yang merupakan BUMD Jatim. PJU mampu membangun 6.350 sambungan jargas

Sejak setahun lalu, pembangunan jargas diambil alih PT Pertagas Niaga, anak usaha PT Pertamina. Perusahaan ini mengklaim telah membangun 3.850 sambungan.

Menurut DPRD Sidoarjo, saat ini ada sekitar 10.350 jaringan gas yang tersambung. Namun, yang sudah teraliri gas hanya 5.630 sambungan.

Adapun jargas yang belum dioperasikan terdapat di kecamatan Tanggulangin, yakni di Desa Kalidawir sebanyak 900 sambungan, Desa Kalitengah 400 sambungan, Gempolsari 400 sambungan, Desa Kludan 400 sambungan, Desa Ngaban 200 sambungan, dan Desa Kedungbanteng 850 sambungan. Sisanya, berada di sekitar Desa Kedungturi, Kecamatan Taman.

Saiful mengatakan Pemkab Sidoarjo sudah mengajukan sebanyak 82 ribu sambungan gas baru ke Kementerian ESDM.

"Kalau itu disetujui, akan semakin banyak warga Sidoarjo yang memakai gas bumi. Pengeluaran pun juga hemat. Untuk keperluan rumah tangga saja biayanya sekitar Rp40 ribu per bulan," kata dia.


(UWA)