Sektor UMKM dan Koperasi Jatim Dinilai Istimewa

Laela Badriyah    •    Selasa, 08 Aug 2017 15:22 WIB
umkmkerja bersama
Sektor UMKM dan Koperasi Jatim Dinilai Istimewa
Sejumlah pengunjung mendatangi Galeri Cinderamata Jawa Timur untuk mendapatkan produk UMKM khas Jatim, MTVN - Ririn

Metrotvnews.com, Surabaya: Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi provinsi penggerak koperasi serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tingkat nasional pada 2016. Sebagai Wakil Gubernur, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengaku bangga dengan penghargaan tersebut.

Gus Ipul mengatakan pemerintah provinsi menaruh perhatian besar terhadap pengembangan koperasi dan UMKM. Alasannya, pemprov mengakui dua hal tersebut merupakan kekuatan baru perekonomian bangsa.

"Ini adalah sesuatu yang hebat, luar biasa. Saya terharu," kata Gus Ipul saat berbincang dengan Metrotvnews.com di ruang kerjanya di Surabaya, Jawa Timur, Jumat 4 Agustus 2017.


(Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, MTVN - Ririn)

Pada periode Januari hingga Agustus 2016, kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yaitu Rp900 triliun. Jumlah itu mencapai 54 persen dari total PDRB Jatim.

Baca: UMKM Penopang Terbesar PDRB Jatim

"Ini yang istimewa dari sektor UMKM dan koperasi," ungkap pria yang menjabat Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Pelaku UMKM di Jatim mencapai 6,81 juta. Sementara itu Jatim memiliki 28 ribu koperasi aktif yang menjembatani pelaku UMKM untuk mendapatkan modal dan memasarkan produk.

Menurut Gus Ipul, sebagian besar pelaku UMKM memproduksi makanan dan minuman. Ada juga pelaku usaha yang fokus pada produksi kain batik, sepatu, dan jaket kulit.

Gus Ipul mengatakan UMKM menyerap 90 persen tenaga kerja di Jatim. Lantaran itu, Gus Ipul menilai UMKM sebagai modal dan pilar utama di Jatim.

Namun, pemprov mendapat tantangan. Pekerjaan rumah pemprov yaitu mendorong pengusaha mampu bersaing di pasar Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Misalnya mengakomodasi teknologi untuk meningkatkan kualitas, memasarkan produk di pasar dalam negeri, dan menjajal pasar luar negeri. 

"Harus diperjuangkan. Karena mereka inilah (Pelaku UMKM) penyelamat kita. Penyangga ekonomi kita," ujar Gus Ipul.

Data dari Dinas Koperasi dan UKM Jatim menyebutkan 6,8 juta UMKM tersebar di 38 kabupaten dan kota. Sementara jumlah tenaga kerja yang terserap di sektor ini yaitu 11.117.439 orang.

Banyuwangi menjadi kabupaten yang memiliki UMKM terbanyak, yaitu sebanyak 296.706 unit. Sektor ini menyerap 501.379 tenaga kerja. Pertanian menjadi bidang yang mendominasi sektor tersebut yaitu 151.923 unit.

Lain lagi dengan Surabaya, ibu kota provinsi Jatim. Surabaya memiliki 260.762 UMKM. Usaha yang berkaitan dengan perdagangan, hotel, dan restoran mendominasi jumlah UMKM di Surabaya, yaitu 169.980 unit. Sebanyak 466.779 orang menjadi karyawan di sektor tersebut.


(RRN)