Pengadaan Trem di Surabaya masih Dibahas

Amaluddin    •    Minggu, 06 Nov 2016 15:26 WIB
transportasi
Pengadaan Trem di Surabaya masih Dibahas
Sebuah trem melintas di Hong Kong, Ant - Prasetyo Utomo

Metrotvnews.com, Surabaya: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bertekad merealisasikan pengadaan trem di Surabaya, Jawa Timur, pada 2017. Namun, kata perempuan yang akrab disapa Risma itu, mengatakan Kementerian Perhubungan masih membahas pendanaan untuk pengadaan angkutan massal tersebut.

Risma mengatakan pemerintah kota dan pusat membahas pembiayaan pembangunan trem. Pendanaan pun mendapat bantuan dari Jerman.

"Jerman membantu Rp1,5 triliun. Kalau dari APBN masih dalam pembahasan," ungkap Risma di acara Parade Juang di Balai Kota Surabaya, Minggu (6/11/2016).

Risma mengaku sudah bertemu dengan Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Zulfikri. Pertemuan membahas rancangan peraturan mengenai proyek pengadaan angkutan massal di Surabaya.

Risma merekomendasikan pengadaan trem atau kereta bertenaga listrik untuk mengangkut warga Surabaya. Risma menegaskan trem bukan mass rapid transit (MRT). Menurut Risma, pembangunan trem relatif lebih murah dari pada MRT, baik dari segi pembangunan hingga perawatannya.

"Kalau MRT sebagian jalurnya dibangun di bawah tanah. Biayanya terlalu mahal. Kalau jalur trem hanya memanfaatkan sebagian bidang jalan raya. Sehingga biaya dalam pembangunannya akan lebih murah dibanding MRT," jelas Risma.

Baca: Pembangunan Trem di Surabaya Tunggu Rekomendasi Menhub

Sebelumnya Risma menargetkan pembangunan trem dimulai pada Agustus. Namun hingga kini, belum tampak pembangunan trem di Kota Pahlawan.

Nantinya, trem memiliki jalur yang melingkari Surabaya mulai dari pinggiran hingga tengah kota. Salah satu kawasan yang dilintasi yaitu Jalan Tunjungan yang selalu padat kendaraan.


(RRN)