Musim Hujan, 30 Persen Udang Rusak

Amaluddin    •    Rabu, 26 Oct 2016 17:05 WIB
musim hujan
Musim Hujan, 30 Persen Udang Rusak
Pekerja menyortir udang vaname (litopenaeus vannamei) hasil panenan mereka di areal tambak udang air payau di pesisir Pantai Blado, Trenggalek, Jawa Timur, Rabu (24/2/2016). Foto: Antara/Destyan Sujarwoko

Metrotvnews.com, Surabaya: Curah hujan tinggi membuat banyak tambak udang tenggelam. Alhasil, panen terancam gagal.

"Udang memang hasil perikanan yang membutuhkan air, tapi air dengan kapasitas cukup. Kontur tanah juga berpengaruh. Kalau air berlebihan, pertumbuhan udang terganggu," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan (AP5I), Johan Suryadarma, di Surabaya, Rabu (26/10/2016).

Johan meminta petani udang mengetahui kontur tanah sebelum memelihara udang. Saat ini, kata Johan, 30 persen udang rusak karena banjir. Jenis udang yang paling terdampak adalah udang vaname. 

"Udang vaname ini sensitif. Harus dijaga salinitasnya, pakannya, hingga gizinya. Tak heran jika harga udang jenis ini sangat mahal," kata dia.

Meski begitu, AP5I mencatat produksi udang di Jawa Timur naik di 2016, terutama ekspor. Pada 2014 ekspor udang Jatim 103 ribu metrik ton. Pada 2015 menjadi 114 ribu metrik ton. Tahun ini di semester I sudah mencapai 220 ribu matrik ton. 

Ekspor terbesar udang Indonesia adalah ke Amerika dengan kebutuhan setiap tahun 540 ribu metrik ton. Berikutnya Eropa 200 ribu metrik ton, dan Jepang 140 ribu metrik ton. Kebutuhan udang di Jepang menurun karena bencana nuklir beberapa tahun lalu.



(UWA)