Bulog Malang Siap Serap Gula Petani

Bagus Suryo    •    Selasa, 12 Sep 2017 10:20 WIB
bulog
Bulog Malang Siap Serap Gula Petani
Ilustrasi -- ANT/Umarul Faruq

Metrotvnews.com, Malang: Perum Bulog Malang menyiapkan teknis pembelian gula petani yang diproduksi pabrik gula milik BUMN dengan harga Rp9.700 per kilogram tanpa Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Kepala Bulog Subdivre Malang Faizal Azhari Rambe mengatakan, sudah mendapatkan perintah menyerap gula di Pabrik Gula Kedawung, Pasuruan, milik PTPN XI. Selain itu, pihaknya juga bakal membeli gula di Pabrik Gula Krebet Baru, Malang.

"Kami akan membeli gula petani. Tapi, soal kuota, masih menunggu teknisnya dari pusat," kata Faizal di Malang, Jawa Timur, Selasa 12 September 2017.

Menurut Faizal, pihaknya sudah menyiapkan infrastruktur dan sumber daya manusia yang mengurusi tata niaga komoditas tersebut. Dengan begitu, gudang milik Bulog yang selama ini disiapkan untuk menyimpan beras, ke depannya juga difungsikan untuk gula.

Selama gudang Bulog belum siap, ada skema menitipkan gula di pabrik gula terlebih dulu. Setelahnya, baru dipindahkan ke gudang milik Bulog.

Gula petani yang dibeli itu selanjutnya dijual ke para pedagang dalam kemasan 50 kilogram. "Kami masih memiliki sisa stok gula untuk keperluan stabilisasi harga pada 2016 lalu sebanyak 243 ton," ujar Faizal.

Sementara itu, Ketua Umum Pusat Koperasi Primer Tebu Rakyat (PKPTR) Hamim Kholili meminta Bulog segera membeli gula petani. Saat ini, ada 4.000 ton gula petani menumpuk di gudang PG Krebet Baru.

Hamim menuturkan, petani sangat berharap kepada Bulog agar segera menyerap gula itu. Bagi petani, gula pascaproses giling harus segera dibeli karena hanya Bulog yang memiliki kewenangan membeli sesuai Permendag tanpa PPN.

"Jumlah gula petani di gudang terus meningkat karena proses giling diperkirakan sampai awal November," katanya.

Hamim menjelaskan, sempat menawarkan ke pedagang, tapi penawaran lelang di bawah Rp9.700 per kilogram. Karenanya, harapan petani hanya kepada Bulog. Dengan kondisi rendemen sekarang sekitar 6%, patokan harga pembelian dari Bulog dinilai cukup menguntungkan bagi petani.

"Kami dapat info sebanyak 650.000 ton gula di Jatim akan diserap Bulog. Infonya sudah ada perintah ke Bulog Jatim meskipun secara teknis belum jelas," tegasnya.


(NIN)