Pemerintah Investigasi Izin Cabai Impor Tiongkok dan India

Amaluddin    •    Minggu, 26 Feb 2017 16:46 WIB
harga cabai
Pemerintah Investigasi Izin Cabai Impor Tiongkok dan India
Pedagang memilah cabai merah yang dijualnya -- ANT/Nova Wahyudi

Metrotvnews.com, Surabaya: Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf alias Gus Ipul meminta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperaindag) Jatim Moch. Ardi Prasetiawan investigasi administrasi impor cabai asal Tiongkok dan India.

"Kalau memang tidak sesuai, cabai impor itu akan kami sita," kata Gus Ipul kepada Metrotvnews.com, Minggu, 26 Februari 2017.

Gus Ipul menjelaskan, ada dua macam jenis impor produk atau Alat Pengenal Importir (API). Pertama, API-P yaitu impor barang untuk produksi (industri). Kedua, API-U yaitu impor produk untuk diperjualbelikan secara umum kepada masyarakat.

"Bila cabai ini memang diperuntukkan bagi masyarakat umum (API-U), berarti tidak ada masalah. Sebaliknya, bila ini untuk industri (API-P), berarti peredaran ini menyalahi aturan," katanya.

(Baca: BBPOM Surabaya: Cabai Kering Impor Aman Dikonsumsi)

Sebelumnya, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya untuk wilayah Jatim melakukan uji laboratorium cabai impor pada Jumat, 24 Februari 2017. Hasilnya, cabai impor asal Tiongkok dan India aman dikonsumsi karena negatif dari bahan pengawet, pewarna, dan formalin.

Cabai impor telah beredar luas di sejumlah daerah di Jatim, di anatarnya di Surabaya, Sidoarjo, Blitar, dan Tulungagung. Harga cabai kisaran Rp50 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram, lebih murah dari cabai lokal yaitu Rp120 ribu hingga Rp130 ribu per kilogram.


(NIN)