Peternak Ayam Pedaging di Sumenep Kurangi Pembibitan

Rahmatullah    •    Jumat, 10 Mar 2017 17:30 WIB
daging ayam
Peternak Ayam Pedaging di Sumenep Kurangi Pembibitan
Peternak mengecek kesehatan ayam pedagingnya -- MTVN/Rahmatullah

Metrotvnews.com, Sumenep: Peternak ayam pedaging di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memilih mengurangi jumlah bibit sejak harga jual melorot. Hal itu dilakukan guna menghindari kerugian lebih besar.

"Selain untuk menghindari kerugian yang lebih besar, juga untuk jaga-jaga kalau harga jual tiba-tiba tinggi lagi," kata Mohammad Nurul, peternak ayam pedaging di Desa Ganding, Kecamatan Ganding, Sumenep, Jawa Timur, Jumat, 10 Maret 2017.

Nurul menjelaskan, saat ini dia hanya melakukan pembibitan sebanyak 700 ekor ayam saja. Biasanya, dalam sekali musim Nurul mampu melakukan pembibitan hingga 2 ribu ekor ayam.

Menurut Nurul, harga ayam pedaging dari peternak cukup anjlok dua bulan terakhir. Biasanya, harga ayam pedaging di kisaran Rp17 ribu per kilogram hingga Rp18 ribu per kilogram. Tapi, sekarang harga ayam pedaging hanya Rp12 ribu per kilogram.

"Tetapi, kalau daging ayamnya yang dijual di pasaran berkisar antara Rp28 ribu per kilogran hingga Rp30 ribu per kilogran," jelas Nurul.

Nurul mengaku rugi banyak musim ini. Hasil penjualan tidak sebanding dengan modal yang dikeluarkan.

Biasanya, lanjut Nurul, modal Rp27 juta untuk 1.000 ekor ayam bisa mendatangkan hasil kotor Rp35 juta untuk satu kali panen. Tapi karena harga anjlok, modal Rp27 juta hanya bisa kembali Rp24 juta, jati peternak justru menanggung rugi Rp3 juta.

"Kalau berpikir ruginya terus, saya tidak akan beternak lagi. Tapi, karena untuk jaga-jaga harga tinggi lagi, saya tetap beternak walau dalam jumlah sedikit," jelasnya.

Sebenarnya, kata Nurul, tidak perlu harga tinggi untuk balik modal. Daging ayam seharga Rp15 ribu per kilogram diyakini sudah bisa menutupi modal yang dikeluarkan.


(NIN)