Waspada Angin Puting Beliung saat Pancaroba

Nurul Hidayat    •    Kamis, 23 Nov 2017 15:15 WIB
angin puting beliung
Waspada Angin Puting Beliung saat Pancaroba
Ilustrasi

Jombang: Hujan lebat disertai petir dan angin puting beliung berdurasi singkat diprediksi akan banyak terjadi saat musim pancaroba. Sebelum terjadinya puting beliung, biasanya udara pada malam hingga pagi hari terasa gerah.

"Udara terasa panas karena adanya radiasi matahari yang cukup kuat," kata Kepala Seksi Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang Gunadi di kantornya, Jalan K.H. Wahid Hasyim, Jombang, Jawa Timur, Kamis, 23 November 2017.

Jika satu sampai tiga hari berturut-turut tidak turun hujan saat musim pancaroba, maka ada indikasi akan turun hujan lebat yang disertai angin kencang. Sifat angin kencang berdurasi singkat, di antaranya sangat lokal, luasannya berkisar 5-10 kilometer, waktunya kurang dari 10 menit, lebih sering terjadi saat siang atau sore hari, dan bergerak secara garis lurus.

"Sementara untuk angin puting beliung tidak dapat diprediksi secara spesifik," ujarnya.

Angin yang memiliki efek merusak lingkungan itu dapat terjadi secara tiba-tiba dalam waktu 5-10 menit. Kejadiannya akan berlangsung antara siang dan sore menjelang malam.

Hal yang pertama harus dilakukan untuk mengantisipasi puting beliung adalah wajib mengenali waktu terjadinya musim pancaroba. Anda juga dapat mengadakan penghijauan agar udara tidak terlalu panas. Sehingga, tidak terjadi perbedaan panas yang dapat menimbulkan adanya angin puting beliung.

Jika ternyata angin puting beliung terjadi, sebisa mungkin menghindari pohon tinggi yang sudah rapuh. Cari tempat yang aman dan kuat atau menghindar jauh.

Jika memungkinkan, bisa membuat tempat perlindungan di bawah tanah. Ini dapat dilakukan jika wilayah tempat tinggal sering terjadi angin puting beliung.


(NIN)