15 Kabupaten/Kota Tiru Surabaya Soal Pelayanan dan Administrasi

ant    •    Kamis, 31 May 2018 17:40 WIB
pemerintah daerah
15 Kabupaten/Kota Tiru Surabaya Soal Pelayanan dan Administrasi
: Walikota Surabaya Tri Rismaharini (kanan) menyapa sejumlah anak yang mengikuti upacara hari jadi Kota Surabaya ke-725 di Taman Surya, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (31/5). ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Surabaya: Sebanyak 15 pemerintah kabupaten/kota melakukan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan Pemerintah Kota Surabaya terkait kerja sama di beberapa bidang.

"Ini rutin kami adakan dan ada banyak kerja sama yang dilakukan mulai masalah lingkungan, teknologi informasi, perekonomian, pendidikan dan masalah lain. Tergantung mana yang mereka inginkan dari Kota Surabaya," kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini usai acara penandatangan MoU di Balai Kota Surabaya, Kamis, 31 Mei 2018.

Adapun 15 kabupaten/kota di Indonesia yang menjalin kerja sama dengan Pemkot Surabaya bertepatan dengan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-725, meliputi kabupaten Pakpak Bharat, Batang Hari, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Bantul, Bogor, Sambas, Jayawijaya, Paser, Metro, Pemkot Bekasi, Surakarta, Madiun, Batu, Banjarmasin, dan Samarinda.

Atas kerja sama yang dibangun antara 15 kota dengan Pemkot Surabaya, Risma mengaku senang kepada pemerintah kabupaten/kota yang ingin mengikuti jejak Surabaya dalam meningkatkan mutu pelayanan dan administrasi untuk masyarakatnya.

"Saya tidak ingin ilmu ini hanya berhenti di Surabaya tapi semua kota juga harus maju sehingga warganya menjadi sejahtera," katanya.

Risma mengatakan kunci kesuksesan Kota Surabaya dapat dibangun secara cepat dan pesat dikarenakan semua sistem pelayanan dan keuangan menggunakan elektronik. Artinya, kata dia, biaya anggaran yang dulunya digunakan untuk membeli kertas, kuitansi dan lain-lain dialihkan ke elektronik.

Menurut Risma, hal ini mengurangi beban anggaran yang kemudian digunakan untuk biaya lainnya seperti, biaya operasional sampah lebih murah karena sisa sampah diolah untuk tanaman, lalu pelayanan kesehatan yang semakin canggih. 

Ini semua, lanjut Risma, tidak lepas dari peran serta seluruh unsur masyarakat Surabaya yang ikut membangun kota mulai pemerintah, aparat penegak hukum, perguruan tinggi, BUMN dan media serta semua masyarakat saling bergotong royong menjaga dan membangun Kota Pahlawan ini.

"Kami semua kompak dan saling membantu. Itu kekuatan di Surabaya," katanya.

Sementara itu, Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili mengatakan hal ini menjadi prioritas dan dapat diadopsi oleh semua kota agar masyarakat sejahtera dan berharap kualitas pelayanan juga menjadi baik. Bahkan dirinya, berharap kerja sama dapat ditingkatkan dan ditindaklanjuti sesuai kinerja perangkat daerah.

"Anggap kami sebagai anak yang diajarkan ibunya tentang segala hal yang positif sehingga mampu mengimplementasikan kepada sesama," katanya.

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan sejak 2016, Pemkot Banjarmasin belajar tentang lingkungan hidup dan pembinaan Satpol PP untuk menangani permasalahan tata kota di Pemkot Surabaya. Selain itu, kata dia, pada 2017, pihaknya juga belajar tentang pengurusan administrasi dan kependudukan warga dan sudah diterapkan sepenuhnya oleh Pemkot Banjarmasin. 

"Kini mereka tidak perlu datang ke kantor, cukup diakses melalui gadget masing-masing sehingga semua keperluan yang diinginkan terlaksana dengan cepat," katanya. 



(ALB)