SM Diduga Anggota ISIS Terakhir di Malang

Aditya Mahatva Yodha    •    Rabu, 21 Jun 2017 12:05 WIB
terorisme
SM Diduga Anggota ISIS Terakhir di Malang
Pengamanan lokasi penangkapan SM, terduga teroris ISIS, di Malang, MTVN - Aditya

Metrotvnews.com, Malang: Kapolres Malang, Jawa Timur, AKBP Yade Setiawan Ujung, mengaku tak mudah mengendus gerakan ISIS di kabupaten tersebut. Namun, ia memastikan Syahrul Munif atau SM sebagai anggota terakhir ISIS yang bercokol di Malang.

Senin 19 Juni 2017, Detasemen Khusus 88 Antiteror membekuk SM di Jalan Wijaya, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. SM diduga terlibat jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang terhubung dengan Helmi Alamudi (Yayasan Mega mendung Pisang candi), Abdul Hakim (Embong Arab) dan Junaidi (Bumiayu) yang ketiga orang tersebut sudah diamankan Densus 88 beberapa waktu lalu.

Baca: Terduga Teroris di Malang Seorang Penjual Pakaian

Kapolres mengatakan, SM tak berpindah tempat ataupun menyembunyikan diri. Namun, data terkait SM minim sehingga sulit mengidentifikasinya.

Keterlibatan SM teridentifikasi beberapa waktu lalu. Anggota ISIS yang ditangkap di Embong Arab Malang, Abdul Hakim, memberikan keterangan mengenai SM.

Keterangan didapat setelah petugas mengamati video berjudul Indonesia Mujahid yang diunggah di YouTube, Video itu beredar pada 2014. Petugas menanyakan seseorang dalam video yang mengenakan baju abu-abu bertuliskan Indonesia Army dan membawa senjata api AK-47.

"Dari keterangan Abdul Hakim, Densus bertanya lalu didapat data SM. Akhirnya SM diciduk," terang Yade di Mapolres Malang, Rabu 21 Juni 2017.

Sehari-hari, lanjut Yade, SM berjualan pakaian dan buku sekolah. Namun SM pernah mengikuti kegiatan selama 6 bulan di Syiria. SM bergabung dengan Abu Jandal, pentolan JAD di Malang.

"Selama enam bulan itu, dia menjalani latihan perang dan ikut berperang di sana," ungkap Yade.

Kepada penyidik, SM mengaku menyesal mengikuti kegiatan di Syria. SM merasa ISIS tak sesuai harapannya. Lantaran itu, SM pulang ke Tanah Air.

"Dia mendapat janji puluhan juta (bergabung di ISIS). Namun yang diterima hanya Rp600 ribu," pungkas Kapolres.



(RRN)