Risma Bakal Jadi Juru Kampanye Ahok

Amaluddin    •    Kamis, 22 Sep 2016 17:05 WIB
pilgub dki 2017
Risma Bakal Jadi Juru Kampanye Ahok
Risma dan Ahok saat mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden Jakarta, 9 Mei 2016, Ant - Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Surabaya: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tetap mendukung Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. Perempuan yang akrab disapa Risma itu akan menjadi juru kampanye nasional untuk Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Pilgub DKI.


(PDI Perjuangan usung Ahok-Djarot dalam Pilgub DKI)

Selasa 20 September, PDI Perjuangan menjawab teka-teki bakal calon yang diusung ke Pilgub DKI. PDI Perjuangan menjatuhkan pilihan pada kandidat petahana Ahok yang berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat.

Baca: Alasan PDIP Usung Ahok-Djarot

Sebelumnya, muncul nama Risma untuk menantang Ahok dalam Pilgub DKI. Namun Risma mengaku tak pernah berniat hijrah ke Jakarta. Ia juga membicarakan keinginannya tetap memimpin di Surabaya kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri.

Baca: Ditanya soal DKI 1, Risma: Saya masih Ingin di Surabaya

Meski demikian, Risma tetap akan berpartisipasi dalam Pilgub DKI. Yaitu menjadi juru kampanye nasional untuk Ahok.

"Kemungkinan Bu Risma akan jadi jurkamnas di DKI," kata Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya, Didik Prasetyono, kepada Metrotvnews.com, Kamis (22/9/2016).


(Risma saat ditemui di ruang kerjanya di Surabaya, MTVN - Amaluddin)

Menurut pria yang akrab disapa Dikdong ini, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menunjuk Risma sebagai jurkamnas pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 2017. Artinya, Risma juga akan berpartisipasi untuk kampanye Ahok.

PDI Perjuangan menilai Risma layak menjadi juru kampanye karena figurnya apik. Sebagai seorang perempuan, kader PDI Perjuangan itu sukses memimpin Pemerintah Kota Surabaya.

"Nantinya Bu Risma juga akan menjadi Jurkamnas untuk calon kepala daerah Kota Batu (Dewanti Rumpoko-Punjul Santoso, red)," katanya.

Bendahara DPC PDIP Kota Surabaya, Baktiono, menambahkan batal turunnya rekomendasi DPP PDIP ke Risma disebabkan karena beberapa hal. Di antaranya adalah soal elektabilitas. 

"Keputusan Bu Risma nggak jadi berangkat itu bukan kehendak orang perorangan. Tapi sudah keputusan partai. Ada banyak faktor yang jadi pertimbangan, salah satunya adalah tentang jika tidak terpilih di Jakarta," kata Baktiono.

Video dukungan PDI Perjuangan untuk Ahok-Djarot dalam Pilgub DKI:
 


(RRN)