Ditemui Karisma, Risma: Jakarta Sangat Menggoda

Amaluddin    •    Senin, 19 Sep 2016 15:55 WIB
pilgub dki 2017
Ditemui Karisma, Risma: Jakarta Sangat Menggoda
Puluhan relawan Karisma menemui Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Balai Kota Surabaya, Senin, 19 September 2016. Foto-foto: Metrotvnews.com/Amaluddin

Metrotvnews.com, Surabaya: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) mengaku tergoda untuk menjadi kepala daerah DKI Jakarta. Apalagi warga Jakarta yang tergabung dalam komunitas Kami Ingin Risma ke Jakarta (Karisma), jauh-jauh datang ke Surabaya untuk meminta menjadi bakal calon gubernur.

"Siapa yang tidak tertarik ke Jakarta? Dengan biaya operasional sangat banyak. Tapi, menakutkan bagi yang tahu (rasanya) bertanggung jawab. Yang tidak, wah, itu lahan yang sangat menarik," kata Risma saat menerima kedatangan warga Jakarta yang mengaku tergabung dalam komunitas Kami Ingin Risma ke Jakarta (Karisma), di ruang kerjanya di Balai Kota Surabaya, Senin 19 September 2016.

Relawan Karisma sudah berada di Surabaya sejak Minggu 18 September. Saat itu, sekitar 400 orang mendatangi Risma di kediamannya di Jalan Sedap Malam. Pertemuan Karisma dengan Risma berlanjut hari ini di Balai Kota Surabaya. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu, Risma menolak halus ajakan perwakilan Karisma.

"Kepercayaan Karisma kepada saya merupakan cobaan dari Tuhan," kata dia. Namun, Risma meminta maaf karena ia belum bisa menerima permintaan Karisma untuk maju sebagai calon gubernur di Pilgub DKI 2017.


Relawan Karisma saat melintas di Kota Surabaya, Jawa Timur

Saat pertemuan, Risma membahas biaya operasional yang seharusnya dia terima selama menjabat sebagai Wali Kota Surabaya. Risma mengklaim tidak pernah mengambil biaya itu yang jumlahnya Rp90 juta per bulan.

"Pas saya masuk lagi (terpilih menjadi Wali Kota untuk periode kedua), sudah naik menjadi Rp100 juta. Ini untuk Surabaya yang APBD-nya Rp7,9 triliun. Lalu bagaimana dengan DKI Jakarta yang APBD-nya Rp67 triliun," ujarnya.

Risma mengalkulasi biaya operasional gubernur DKI Jakarta bisa mencapai Rp1 miliar per bulan atau sepuluh kali lipat dari biaya operasional wali kota Surabaya. 

"Kalau saya kemaruk (serakah), saya bisa ambil itu semua. Siapa yang tahu kalau saya bohong? Warga dibohongi begitu saja kan tidak akan tahu? Tapi itu enggak boleh, dan saya tidak mau," katanya.

Ditanya mengenai pencalonannya di pilgub DKI, Risma tak menjawab tegas. "Kalau memang Tuhan berkehendak, pasti akan ada jawabannya," ujar dia.

Ketua Karisma, Yongki Jonacta, mengatakan akan menyampaikan hasil pertemuan bersama Risma kepada DPP PDI Perjuangan. Tujuan Karisma datang ke Surabaya, kata Yongki, bukan untuk meminta Risma mau menjadi calon gubernur Jakarta, tapi hanya untuk menyampaikan niat mendukung Risma.

"Kami sudah punya 100 ribu pengurus. Pengurus kami sudah sampai di tingkat RT. Saat ini sudah ada relawan kami di 1.500 RT di Jakarta. Oktober ini kami targetkan semua RT ada pengurusnya," ujar Yongki mengklaim.

Setelah pertemuan itu, Yongki mengaku yakin Risma akan maju di pilkada Jakarta. "Kalau soal Bu Risma mau maju, saya yakin 90 persen. Kami siap mendukung dengan gembira dan rela," katanya.

 


(UWA)