Warga di Sidoarjo Buat Sumur Resapan Biopori

Syaikhul Hadi    •    Selasa, 27 Nov 2018 15:48 WIB
antisipasi banjirMitigasi Bencana
Warga di Sidoarjo Buat Sumur Resapan Biopori
Warga Desa Sekardangan, Kecamatan Kota Sidoarjo, Sidoarjo, Jawa Timur, membuat sejumlah sumur resapan biopori di berbagai sudut kampung. Medcom.id/Syaikhul Hadi

Sidoarjo: Warga Desa Sekardangan, Kecamatan Kota Sidoarjo, Sidoarjo, Jawa Timur, membuat sejumlah sumur resapan biopori di berbagai sudut kampung. Lubang berdiamater 60 sentimeter dengan kedalaman 150 sentimeter dibuat untuk mengurangi banjir saat musim penghujan.

Lubang resapan biopori merupakan lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah. Lubang ini menjadi metode resapan air untuk mengatasi genangan dengan meningkatkan daya resap tanah.

Ketua RT23/RW07, Kecamatan Kota Sidoarjo, Edi Priyanto mengungkap pembuatan lubang resapan biopori berawal dari kegelisahan warga saat datangnya musim penghujan. Banjir sudah jadi langganan di rumah warga.

"Kalau sudah hujan, apalagi sampai hujan deras bisa-bisa banjir lagi," ungkap Edi, Selasa, 27 November 2018.

Sudah ada lima sumur dan 38 lubang biopori yang dibuat swadaya warga. Dia pun menyebut air yang bisa diserap tanah dalam hitungan jam.

Lubang ditutup beton agar tidak ambruk saat dilewati kendaraan. Dia pun menyebut biaya sumur resapan dan biopori tak memakan biaya besar.

"Kita hanya mengeluarkan ongkos untuk pekerja yang menggali lubangnya saja. Per lubang kisaran Rp150 ribuan," tambah Edi.

Di samping bisa mengurangi genangan air, sumur resapan juga bisa dijadikan tempat menyimpan daun-daun kering. Daun kering yang tersimpan dalam kurun waktu dua sampai tiga bulan  bisa dijadikan kompos bagi tanaman.

"Mungkin metode ini bisa di terapkan oleh kampung-kampung lainnya. Jika setiap kampung bisa menerapkan minimal tiga sumur resapan, maka permasalahan banjir tidak terjadi lagi di perumahan atau permukiman warga," tandasnya.


(SUR)