Pembangunan Underpass Karanglo Diharapkan Perhatikan Drainase

Daviq Umar Al Faruq    •    Minggu, 13 Jan 2019 18:06 WIB
proyek underpass
Pembangunan Underpass Karanglo Diharapkan Perhatikan Drainase
Pembangunan underpass perempatan Karanglo, Malang, Jawa Timur, Minggu, 13 Januari 2019. Medcom.id/ Daviq Umar Al Faruq.

Malang: Terowongan bawah tanah atau underpass perempatan Karanglo, Malang, Jawa Timur mulai dibangun. Jalur ini nantinya akan menghubungkan Jalan Tol Malang-Pandaan (Mapan) ke arah Kota Batu.

Pakar Transportasi Universitas Brawijaya (UB), Hendi Bowoputro menyarankan, pembangunan underpass tersebut harus memperhatikan sistem drainase untuk mencegah genangan air.

"Jangan sampai drainasenya gagal seperti kejadian di Underpass Solo. Jadi yang perlu diperhatikan sistem drainasenya," kata Hendi saat dihubungi, Minggu, 13 Januari 2019.

Hendi menjelaskan, dirinya tak ingin kasus underpass Solo tersebut terulang di Malang. Pada 2015 silam, underpass Makamhaji, Kartasura, Solo tergenang air hingga sekitar satu mater. Akibatnya, kendaraan motor tidak bisa melintas dan harus berbalik arah.

"Harus diperhatikan ketinggian tanahnya dengan sungai di sekitar. Diperkirakan juga jika hujan deras bisa naik berapa tinggi. Hal-hal ini yang harus diperhatikan," pungkas Hendi.

Sebelumnya underpass Karanglo akan dibangun sepanjang 343 meter. Bentang sisi utara (arah Malang) memiliki panjang 152 meter, bentangan tengah (persis posisi terowongan) 38 meter, dan bentang sisi selatan (arah Surabaya) 153 meter.

Proyek bernilai sekitar Rp80 miliar itu terdiri dari dua jalur dengan kapasitas empat lajur. Setiap lajur memiliki lebar 3,5 meter. Proyek ini ditargetkan rampung pada Maret 2019 mendatang.


(DEN)