Tiga Artis Endorse Produk akan Diperiksa Polda

Amaluddin    •    Senin, 10 Dec 2018 15:36 WIB
kosmetik palsu
Tiga Artis <i>Endorse</i> Produk akan Diperiksa Polda
Ilustrasi kosmetik ilegal, Medcom.id - Sunnaholomi Halakrispen

Surabaya: Tiga artis akan diperiksa Polda Jawa Timur pada Rabu, 12 Desember 2018. Mereka diperiksa terkait peredaran dan penjualan kosmetik palsu di Jatim.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengatakan tiga artis itu berinisial VV, NK, dan NR. Mereka berstatus sebagai saksi.

"Pemanggilan pertama memang tiga artis tersebut. Pemeriksaan artis-artis lain menyusul," ujar Barung di Polda Jatim di Surabaya, Senin, 10 Desember 2018.

Enam artis mendapat endorse untuk mempromosikan produk kosmetik melalui akun media sosial mereka. Produk tersebut berkaitan dengan tersangka KIL yang berdomisili di Kediri. 

KIL membayar para artis senilai Rp7 hingga Rp15 juta per pekan untuk mempromosikan produk. Belakangan diketahui produk tersebut palsu dan tak memiliki izin beredar.

Barung menilai tarif jasa endorse itu masih wajar. Sebab penjualan kosmetik palsu terbilang laris, bahkan 750 paket per bulan. Harga per paket Rp500 ribu.

Baca: BPOM Memastikan Pengawasan terhadap Kosmetik Ilegal Berjalan

"Tersangka pendapatan hasil penjualan produk kosmetik itu mencapi Rp300 juta per bulan," kata Barung.

Para artis yang mendapat endorse dari pelaku sangat mudah. Mereka cukup mengupload produk-produk kosmetik itu di akun media sosial (medsos) milik artis tersebut. 

"Artis-artis itu enggak tau kalau kosmetik yang dipromosikan palsu. Mereka hanya mempromosikan seolah-olah menggunakan kosmetik itu," ujarnya.

Terkait kasus rersebut, penyidik akan memanggil keenam artis tersebut untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Selain pengembangan kasus, keterangan para saksi guna untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan mereka dalalm mempromosikan kosmetik itu.

Sementara itu, penyidik Direktorat Kriminal Khusus Polda Jatim terus melakukan pemeriksaan terhadap tersangka KIL. Dia adalah pemilik sekaligus pembuat kosmetik oplosan merk Derma Skin Care di kediamannya di Kediri.

Praktik ini sudah berjalan selama dua tahun. Bahan kosmetik yang digunakan tersangka merupakan campuran dari sejumlah merek terkenal, antara lain Marcks Beauty Powder, Mustika Ratu, Sabun Papaya, Viva Lotion, Vasseline, Sriti dan lain-lain.

Produk-produk tersebut kemudian dikemas ulang ke dalam tempat kosong dengan merek DSC Beauty. Tersangka membandrol mulai dari harha Rp350.000 hingga Rp500.000 per paket.


(RRN)