Pembersihan Sungai di Sidoarjo Sekadar Seremoni

Syaikhul Hadi    •    Sabtu, 20 Oct 2018 16:28 WIB
sampah
Pembersihan Sungai di Sidoarjo Sekadar Seremoni
Sampah menumpuk di sungai yang melewati Desa Wedoro, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jawa Timur. Medcom.id/Syaikhul Hadi

Sidoarjo: Warga Desa Wedoro, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, menuding program kebersihan yang digagas Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sekadar simbolis. Belum ada langkah kongkrit yang dilakukan dinas terkait untuk membenahi persoalan sampah di sungai.

Deyisinil Fariadi, salah satu warga Desa Wedoro, menyebut pemerintah harus cekatan mengambil langkah untuk mengantisipasi banjir saat peralihan musim ini. Bukan tidak mungkin banjir disebabkan persoalan sampah..

Warga sejauh ini bekerja mandiri dibantu perangkat desa setempat. Mulai dari pengawasan terhadap pelaku pembuang sampah, membangun pagar besi di sekitar sungai, hingga membeli perahu angkut untuk membersihkan sungai.

"Tapi, enceng gondok tidak mungkin jika diangkut dengan perahu. Karena kapasitasnya yang kecil. Nah, bagaimana caranya, itu yang perlu dipikirkan dinas terkait," ujar Deyyis kepada Medcom.Id, Sabtu, 20 Oktober 2018.

Sampah kerap terlihat di sepanjang Sungai Buntung, Kecamatan Waru. Sampah rumah tangga, enceng gondok, sampai sampah bekas bangunan dibuang di sungai. Hal ini yang dinilai dapat menjadi penyebab utama banjir.

"Belum lagi, jika sungai mengalami pendangkalan. Kami berharap pemerintah tidak hanya menggelorakan program kebersihan sekedar simbolis saja, melainkan turun, melihat langsung dan berupaya untuk bersama-sama mengatasi persoalan sampah," harapnya.

Kepala Desa Wedoro, Kecamatan Waru, Nafi mengatakan, pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin untuk menanggulangi banjir dengan membersihkan sampah. Namun, pihaknya mengaku kesulitan untuk mengangkut sampah enceng gondok yang banyak menggenangi sungai Buntung.

"Kalau hanya sampah rumah tangga bisa kita bersihkan, tapi untuk sampah Enceng gondok, sampah bekas bangunan sangat sulit sekali. Harus menggunakan alat berat," ujar Nafi.


(SUR)