BPBD Sarankan Warga Tanam Jati dan Sengon Tangkal Banjir

Amaluddin    •    Rabu, 16 Nov 2016 18:51 WIB
cuaca ekstrem
BPBD Sarankan Warga Tanam Jati dan Sengon Tangkal Banjir
Seorang pria di tengah pepohonan jati di Malang. BPBD menganggap akar pohon jati cukup kuat untuk menangkal banjir dan longsor, Ant - M Risyal Hidayat

Metrotvnews.com, Surabaya: Reboisasi atau penanaman hutan kembali merupakan salah satu cara untuk mengatasi bencana akibat fenomena la nina yang berhubungan dengan curah hujan tinggi. Bencana itu berupa longsor dan banjir.

Dua bencana itu tak bisa dilepas dengan cuaca buruk. Biasanya, banjir dan longsor terjadi setelah hujan turun dengan deras. Tanah dan sungai tak mampu menampung air hujan. Akibatnya sungai meluap. Kontur tanah pun labil.

Lantaran itu, kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Achmad Robiul Fuad, meminta warga untuk menanam pohon dengan akar yang kuat. Fungsi akar pohon dapat menyimpan air lebih banyak dan mengikat tanah lebih kuat.

"Misalnya sengon dan jati. Jadi bukan tanaman seperti sayuran," kata Fuad di Surabaya, Rabu (16/11/2016).

Fuad menyebutkan sejumlah daerah rawan longsor dan banjir yang cocok ditanami pohon-pohon itu di antaranya Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Malang, Tulungagung, Lumajang, Pamekasan, dan Kota Batu.

Menurut Fuad, daerah-daerah itu membutuhkan kekuatan bantuan dari akar pohon. Sebab tanahnya rawan bergeser dan tak kuat menyerap air hujan yang turun dengan deras.

Selain itu, beberapa wilayah di Jatim rawan diterjang angin puting beliung. Misalnya Kabupaten Malang, Tulungagung, Nganjuk, Jombang, Lamongan, Ngawi, Trenggalek, dan Pamekasan. 

Di daerah-daerah itu, lanjut Fuad, vegetasi hutan berkurang. Padahal keanekaragaman pohon dapat menghambat kecepatan angin.

"Untuk mengantisipasi terjadinya angin puting beliung, BPBD di daerah bersama Forpimda juga melakukan pemangkasan dahan dan ranting pohon di sejumlah ruas jalan yang dianggap membahayakan," pungkasnya.


(RRN)