Kejari Sidoarjo Analisis Kasus Kredit Fiktif Rugikan Negara Rp12 M

Syaikhul Hadi    •    Kamis, 27 Oct 2016 18:35 WIB
kasus korupsi
Kejari Sidoarjo Analisis Kasus Kredit Fiktif Rugikan Negara Rp12 M
lustrasi uang, Ant

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo, M Sunarto, menganalisis kasus kredit fiktif di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Delta Artha Sidoarjo, Jawa Timur. Kasus itu menjadikan Direktur BPR Wahyuningsih sebagai tersangka.

"Masih kami analisis kasus ini," kata Sunarto di Sidoarjo, Kamis (27/11/2016).

Selain Ratna, sejak Januari 2016, Kejari juga menetapkan mantan Direktur Utama BPR Delta Artha M Amin sebagai tersangka. Namun keduanya belum ditahan.

"Kalau menyalahgunakan wewenang dalam hal jabatan, maka akan menguntungkan orang lain, bisa juga memperkaya diri sendiri. Lantas, apa peran mereka berdua yang masih terus kita lakukan kajian," lanjut Sunarto. 

Dua tersangka itu, ungkap Sunarto, menjalani pemeriksaan pada Rabu 26 Oktober. Pemeriksaan berkaitan dengan kasus skandal fiktif senilai Rp12,1 miliar dengan modus pemalsuan dokumen.

Skandal itu terungkap saat Luluq Frida Ishaq tidak berhasil mengembalikan utangnya ke koperasi UPTD sebesar Rp500 juta. Setelah dilacak, ternyata uang tersebut digunakan untuk membayar utang ke bank. 

Pengajuan kredit yang dimulai sejak 2010 sampai Desember 2014, sedikitnya ada 98 kredit palsu yang diajukan dengan menggunakan jaminan SK PNS palsu hingga kerugian negara mencapai Rp12 milyar. 



(RRN)