Pelaku Pelemparan Batu Trotoar di Sidoarjo Terancam 12 Tahun

Syaikhul Hadi    •    Senin, 05 Sep 2016 13:30 WIB
kriminalitas jalanan
Pelaku Pelemparan Batu Trotoar di Sidoarjo Terancam 12 Tahun
Para tersangka saat rilis kasus di Mapolresta Sidoarjo, Jatim, Senin (5/9/2016). (Metrotvnews.com/Syaikul Hadi)

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Dua pelaku pelemparan batu trotoar (paving) di kawasan Sarirogo, Kecamatan Kota Sidoarjo, Jawa Timur akhirnya diringkus, Senin (5/9/2016). Keduanya adalah anggota geng motor yang kerap melakukan tindak kekerasan setelah pesta miras. 

Tersangka adalah Muhammad Nur Romadhon, 20, dan Puguh Prasetyo, 25. Keduanya warga Dusun Lumbang, Desa Sawocangkring, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo.

"Mereka ini merupakan pelaku pelemparan batu paving kepada pengguna jalan," ujar Kapolres Sidoarjo, AKBP. Muhammad Anwar Nasir kepada wartawan. 

Baca: Marak Pelemparan Paving di Sidoarjo

Sebelum beraksi, mereka bersama sekitar 10 temannya yang tergabung dalam Komunitas Gabungan Anak Nakal Sawocangkring (Ganas) pesta miras di kawasan Kota Sidoarjo. 

Usai pesta miras, lanjut Anwar, mereka berputar-putar mencari musuh yang diduga sebelumnya sempat bersinggungan dengan kelompoknya. Setibanya di Jalan Sarirogo, salah satu tersangka berpapasan dengan mobil bernomor polisi W 4125 ZH. 

"Mobil itu langsung dilempar dengan batu yang dibawa pelaku hingga kaca depan pecah," terangnya. 

Usai melempar mobil tersebut, mereka kembali melempar mobil Toyota nopol L 1522 XV yang dikemudikan salah satu tokoh agama di Sidoarjo, Muhammad Mustofa.

"Korban yang terkena lemparan itu tidak bisa mengendalikan kemudi dan menabrak tiang listrik. Korban sempat dirawat intensif dua hari di rumah sakit ke rumah sakit, namun meninggal," jelasnya. 

Tersangka akan dijerat Pasal 170 ayat 1 dan 2 KUHP dan Pasal 406 KUHP jo Pasal 65 ayat 1 KUHP, dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara. 

Pelemparan paving marak terjadi beberapa bulan terakhir di tiga titik di Sidoarjo. Pertama, di Jalan Raya Sarirogo, Kecamatan Kota Sidoarjo.

Kedua, di kawasan Desa Sukolegok, Kecamatan Sukodono. Seorang penjual tahu, Zaenal Arifin, 35, dilempar paving oleh orang tak dikenal, pada Kamis 11 Agustus. Zaenal harus menjalani operasi karena patahan batu trotoar itu mengenai tulang rahangnya.

Terakhir, pelemparan terjadi di kawasan Jalan Tol Sidoarjo-Malang kilometer 29, tepatnya di bawah Jembatan Sepande, Kecamatan Candi, Sidoarjo, selama dua hari berturut-turut. Lima kendaraan jadi korban.


(SAN)